Selasa, 13 JANUARI 2026 • 10:05 WIB

Hyundai Pamer Strategi AI Robotics di CES 2026, Robot Jadi Partner Manusia

Author

Hyundai Motor Group pamer robot untuk kerja di pabrik mobil. (Dok. Hyundai Motors Indonesia)

INDOZONE.ID - Hyundai Motor Group memperkenalkan Strategi AI Robotics di CES 2026 dengan menjadikan robot sebagai rekan kerja manusia.

Lewat kolaborasi dengan Boston Dynamics, NVIDIA, hingga Google DeepMind, Hyundai menyiapkan peta jalan Physical AI. 

Persiapannya dari pabrik pintar, robot humanoid Atlas, hingga layanan robot berbasis langganan.

Lewat tema “Partnering Human Progress”, Hyundai ingin membawa arah baru robotika agar lebih adaptif, berbasis AI, dan berorientasi pada manusia.

Hyundai membangun strategi AI Robotics lewat tiga pilar utama.

Pertama, kemitraan manusia dan robot sebagai rekan kerja. Robot diposisikan untuk menangani tugas berisiko, berat, dan repetitif.

Sementara manusia tetap memegang kendali dan peran pengawasan.

Baca juga: Mobil Listrik Mewah Hyundai di Medan Terbakar dalam Kondisi Terparkir di Garasi

Kedua, Group Value Network bersama Boston Dynamics. Hyundai menggabungkan skala manufaktur global dengan keahlian robotika kelas dunia untuk membangun rantai nilai AI Robotics end-to-end.

Ketiga, kolaborasi dengan pemimpin AI global, termasuk NVIDIA dan Google DeepMind. Kolaborasi dilakukan demi mempercepat pengembangan Physical AI.

Hyundai Motor Group pamer robot yang akan bekerja di pabrik mobil. (Dok. Hyundai Motors Indonesia)

Otak Digital yang Hadir di Dunia Nyata

Dalam strategi ini, Hyundai mengusung konsep Physical AI. Artinya, AI tak lagi hanya hidup di software, tapi terwujud dalam hardware yang berinteraksi langsung dengan lingkungan.

Baca juga: Hyundai Creta Alpha Terbaru Desain Lebih Galak, Harga Rp455 Juta

Physical AI mencakup robotika, pabrik pintar, hingga kendaraan otonom. Data dikumpulkan dari lapangan, dipelajari oleh AI, lalu diterapkan kembali untuk meningkatkan performa produk secara berkelanjutan.

Hyundai bahkan menyiapkan Physical AI Application Center untuk mengembangkan ekosistem ini.

Kolaborasi Hyundai dengan Boston Dynamics jadi fondasi penting.

Robot seperti Spot dan Stretch sudah lebih dulu digunakan di puluhan negara untuk inspeksi industri dan otomasi gudang.

Di CES 2026, sorotan utama tertuju pada robot humanoid Atlas. Robot ini dirancang khusus untuk lingkungan industri, bukan sekadar demo teknologi.

Atlas punya 56 derajat kebebasan, tangan berukuran manusia dengan sensor sentuhan, dan mampu mengangkat beban hingga 50 kg. Ia dirancang bekerja aman di ruang yang memang dibuat untuk manusia.

Hyundai menargetkan Atlas bisa digunakan di pabrik mulai 2028. Robot ini akan diberi tugas awal parts sequencing.

Pada 2030, perannya diperluas ke perakitan komponen dan pekerjaan kompleks lain yang selama ini membebani pekerja manusia.

Atlas juga diklaim tahan kondisi ekstrem—mulai dari suhu -20 derajat celcius hingga 40 derajat celcius, tahan air, dan bisa beroperasi terus-menerus dengan sistem penggantian baterai otomatis.

Sementara lewat Group Value Network, Hyundai menyatukan seluruh afiliasi—Hyundai Motor, Kia, Mobis, hingga Glovis—dalam satu strategi AI Robotics terpadu.

Cara ini bisa membawa Hyundai dalam industri manufaktur otomotif ke dunia robotika, seperti produksi massal, kontrol kualitas, dan efisiensi biaya.

APada 2028, Hyundai membidik kapasitas produksi hingga 30.000 unit robot per tahun, dengan Atlas sebagai tulang punggung humanoid industri.

Pabrik Pintar

Hyundai juga mengembangkan Software-Defined Factory (SDF), yakni pabrik pintar berbasis data yang memungkinkan robot belajar langsung dari aktivitas produksi nyata.

Didukung Robot Metaplant Application Center (RMAC), robot dilatih lewat simulasi dan data lapangan agar makin cepat, presisi, dan aman saat bekerja bersama manusia.

Di sinilah AI Robotics Hyundai terus berevolusi, bukan lewat teori, tapi lewat praktik harian di pabrik.

Hyundai mendorong model Robotics-as-a-Service (RaaS). Alih-alih jual robot putus, perusahaan bisa berlangganan lengkap dengan maintenance, update software OTA, dan pemantauan jarak jauh.

Investasi Besar dan Kolaborasi Global

Untuk mendukung ambisi ini, Hyundai menyiapkan investasi masif. Di Korea Selatan, totalnya mencapai KRW 125,2 triliun dalam lima tahun, dengan fokus utama robotika dan AI.

Di Amerika Serikat, Hyundai mengalokasikan USD 26 miliar hingga 2029, termasuk pembangunan fasilitas robotika berkapasitas 30.000 unit per tahun.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hyundai Motors Indonesia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU