INDOZONE.ID - Awal tahun 2026 ini, curah hujan yang tinggi di beberapa wilayah Indonesia kembali memicu genangan air dan banjir.
Bagi kamu pemilik motor matic, situasi ini tentu sangat mencemaskan, terutama jika motor kesayangan terpaksa harus menerjang atau bahkan terendam banjir saat sedang diparkir.
Motor matic memiliki komponen yang lebih tertutup dan sensitif dibandingkan motor bebek atau sport, terutama pada bagian transmisi (CVT) dan kelistrikan.
Jika motor matic terendam banjir, jangan panik. Segera lakukan 5 langkah cepat ini untuk meminimalisir kerusakan yang lebih parah. Simak selengkapnya di bawah ini!
Ini adalah aturan emas yang paling penting. Jika motor terendam banjir, jangan sekali-kali mencoba menyalakan mesin, baik dengan electric starter maupun kick starter.
Jika air masuk ke dalam ruang bakar dan kamu mencoba menghidupkan mesin, akan terjadi fenomena water hammer.
Air yang tidak bisa dikompresi akan menghantam piston dan stang seher hingga bengkok atau patah.
Jika ini terjadi, biaya perbaikannya akan melonjak berkali-kali lipat karena kamu harus melakukan turun mesin total.
Ilustrasi aki motor. (Istimewa)
Langkah kedua adalah mengamankan sistem kelistrikan. Motor matic modern sudah dipenuhi dengan sensor-sensor elektronik, dan modul ECU yang sangat sensitif terhadap air.
Segera buka kompartemen aki dan lepaskan kabel konektornya (mulai dari kutub negatif).
Baca juga: 5 Penyebab Aki Motor Tekor yang Kerap Terjadi dan Harus Kamu Pahami: Hal Kecil tapi Berdampak Besar!
Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya arus pendek atau korsleting yang dapat membakar komponen kelistrikan utama motor kamu.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Honda Cengkareng