Ilustrasi mobil menerjang banjir. (freepik/volodymyr-t)
INDOZONE.ID - Hujan deras yang mengguyur wilayah perkotaan sering kali menyisakan genangan air yang cukup dalam.
Bagi kamu pengendara motor maupun mobil, ada satu istilah teknis yang sangat ditakuti karena dampaknya yang bisa menghancurkan mesin dalam sekejap, yaitu Waterhammer.
Fenomena ini bukan sekadar mogok biasa. Jika mesin kendaraan kamu terkena waterhammer, risikonya adalah kerusakan permanen yang memaksa kamu merogoh kocek hingga belasan atau puluhan juta rupiah untuk turun mesin total.
Mari kita kenali lebih dalam apa itu waterhammer, dan mengapa ia begitu mematikan bagi kendaraan pasca hujan deras.
Secara sederhana, waterhammer (palu air) adalah, kondisi di mana air masuk ke dalam ruang bakar mesin dalam jumlah yang signifikan.
Dalam siklus kerja mesin pembakaran dalam, piston bertugas mengompresi campuran udara dan bahan bakar.
Udara adalah gas yang bisa dimampatkan (dikompresi), namun air adalah zat cair yang tidak bisa dikompresi.
Baca juga: Mobil Listrik Jangan Asal Terabas Genangan Air atau Banjir, Ini Cara yang Aman
Saat air masuk ke ruang bakar dan piston bergerak ke atas untuk melakukan langkah kompresi, piston akan menabrak air tersebut dengan kekuatan yang sangat besar.
Karena air tidak bisa memampat, terjadilah hantaman balik yang sangat keras, seperti dipukul oleh palu raksasa dari dalam mesin. Inilah alasan mengapa istilahnya disebut "palu air".
Ilustrasi mesin mobil. (Freepik)
Sebagai pengendara, kamu harus tahu bahwa air tidak masuk begitu saja ke dalam mesin, kecuali melalui jalur udara.
Penyebab utamanya adalah, ketika kamu melewati genangan air yang tingginya mencapai atau melebihi lubang hisap udara (air intake).
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Daihatsu