Menguji Performa Ban Mobil Rekomendasi Fitra Eri hingga Pembalap Pro, Worth It Buat Ganti Jelang Lebaran?
INDOZONE.ID - Berniat ingin ganti ban mobil jelang mudik Lebaran tahun ini?
Terlebih buat kamu yang punya mobil EV, hybrid maupun mobil konvensional, pasti banyak mikirnya buat memilih tipe ban yang cocok untuk touring dalam jangka lama.
Bukan soal bujetnya saja, tapi kenyamanan berkendara sangat penting diperhatikan di saat kamu mau ganti ban mobil.
Sebab, kamu akan melewati perjalanan panjang dengan berbagai kondisi jalanan kering atau basah, dan melalui jalan tol yang panjangnya ratusan kilometer.
Ganti ban sebelum melakukan perjalanan jauh jadi hal yang krusial. Begitu juga dengan pemilihan ban yang tepat untuk jenis mobil sekarang ini.
Baca juga: Jenis Konektivitas Head Unit Mobil: Fungsi, Kelebihan, dan Kekurangannya
Keseruan Fitra Eri Menguji Performa Ban Mobil
YouTuber Otomotif Fitra Eri melakukan feeling tes pada beberapa ban mobil, bahkan ban yang memang sering ia gunakan dan ada yang belum pernah ia coba sama sekali.
Salah satunya Dunlop SP Sport LM705 dan generasi terbarunya Blue Respons TG.
Saat mengetes ia mengaku tak mau diintervensi sama sekali.
“Saya bilang saya tesnya tidak mau diintervensi sama sekali ya dan saya juga lihat dibandingkan dengan ban kompetitornya itu apa, saya benar-benar pengen ngetes mobil ini secara independen,” ujarnya dalam acara Perkenalan Dunlop Blue Respons TG di Meikarta Speedway, Cikarang, baru-baru ini.
Kala itu, Fitra membawa semua alat ukurnya, decibel meter, bahkan pakai handphone sendiri.
Baca juga: Takut Salah Pilih? Ini 4 Cara Aman Memilih Mobil Bekas
Kemudian untuk mengukur g-force juga pakai alat ukurnya sendiri.
“Saya kaget karena kualitas dari ban itu di atas ekspektasi saya. Ketika itu ban kompetitornya juga ban yang sering saya gunakan yang sangat terkenal. ternyata hampir di semua area ban ini unggul,” bebernya.
Tanpa pikir panjang, Fitra langsung menggunakan seri ban ini di sejumlah mobilnya. Ada yang seri elektrik maupun mobil konvensional.
“Ketika itu awal-awal mobil listrik itu gak ada suara mesinnya dan yang terdengar adalah suara ban. Di mobil itu suara ban standarnya itu lumayan berisik dan kita anggap itu biasa aja tapi begitu diganti ke LM705, langsung terjadi penurunan kebisingan yang signifikan,” ungkapnya.
Setelah itu, seri ban yang sama ia pakai lagi di mobil komersil S Class tua tahun 2007.
Baca juga: Mobil Dipakai Perjalanan Jauh? Ini Risikonya Kalau Lupa Servis
Fitra merasakan motubanya itu langsung jadi lebih nyaman. Kemudian ia memasang ban yang sama lagi di Toyota Alphard dan Nissan Serena.
“Di semua mobil tersebut saya mendapatkan kenyamanan yang luar biasa, yang sangat terasa adalah mobil ini serasa lebih untuk suspensinya, padahal suspensinya tidak diubah sama sekali."
“Kemudian yang saya rasakan juga kebisingannya yang menurun dibandingkan ban sebelumnya. Tapi kemudian saya diberitahu bahwa LM705 ini sudah berakhir usia produksinya dan akan ada suksesornya, penggantinya,” tuturnya.
Awal Pengujian Blue Respons TG
Untuk Blue Respons TG, Fitra pun diberi kesempatan di awal untuk mencoba ban seri terbaru ini ini.
“Saya ikut sendiri pengujiannya dan salah satunya menggunakan mobil elektrik pintar dan bahkan juga menguji seberapa cepat ban ini habis dan saya menyaksikan langsung," paparnya.
Baca juga: Intip Spesifikasi Yamaha TMAX Terbaru, Yang Dibandrol Mulai Rp 455 Juta
Pengujian ban berlangsung selama berbulan-bulan, bersama tim Dunlop.
Kata Fitra, ia hanya menggunakan satu mobil yang setiap hari kerjaannya keluar kota.
Dalam sehari mobil itu bisa menempul 500 km lebih. Hanya dalam satu bulan, jarak tempuhnya sudah mencapai 20 ribu sampai 30 ribu kilometer.
Fitra menjelaskan, mobil tersebut menggunakan seri dan merek berbeda-beda.
Baca juga: Jaecoo J5 EV Jadi Rebutan! Ini Spesifikasi SUV Listrik yang Laris Manis di Indonesia
"Jadi misalnya di depan kiri dan di belakang kanan itu band Blue Response TG, sedangkan di depan kanan dan di belakang kiri itu ban yang mau dibandingkan," terangnya.
"Dan ya terasa ini adalah peningkatan yang cukup signifikan dari LM705 untuk kenyamanannya, untuk kebisingannya itu levelnya setara, nyaman, dan itu sangat penting," lanjut dia.
Teknologi Kenyamanan Ban
Di kesempatan ini, Fitra juga mengungkap kenapa sebuah ban yang nyaman bisa memiliki handling yang bagus.
Jawabannya terrletak pada teknologi. Menurutnya, teknologi bukan sesuatu yang bisa dipelajari secara instan.
Baca juga: Jangan Ketinggalan! Ini Jadwal Pameran Otomotif 2026 di Indonesia
"Tapi itu adalah hasil dari 137 tahun menyediakan ban untuk industri otomotif, belajar dari kesalahan-kesalahan yang terjadi, belajar dari masukan-masukan masyarakat dan saya rasanya sudah tidak sabar untuk mengganti ban yang ada di mobil-mobil saya dengan Blue Response TG," tuturnya.
Validasi Performa dari Sisi Pembalap Pro
Untuk memvalidasi performa di kondisi nyata, tiga pembalap profesional Indonesia, yakni TB Adhi, Demas Agil, dan Aldio Oekon, juga mengikuti Dunlop Feeling Test di Speedway Meikarta pada 19–23 Januari 2026.
“Dari hasil pengujian, Blue Response TG terasa lebih stabil dan memberikan feedback kemudi yang lebih jelas, sehingga pengemudi dapat lebih percaya diri saat bermanuver,” ujar TB Adhi, Pro Rally & Rally Raid Driver.
Baca juga: Seberapa Layak Suzuki Ertiga GL MT Terbaru untuk Jadi Mobil Keluarga? Ini Jawaban Pentingnya!
EV Ready
Dalam kesempatan sama, Product Development and Tech Service GM Dunlop Yukishi Yoshida mengatakan bahwa ban generasi terbaru ini sengaja dilabeli EV Ready.
Artinya, ban ini dirancang untuk mobil EV di berbagai kondisi jalanan, tapi cocok juga dipakai tipe mobil MPV, SUV, Hybrid.
"EV Ready, ban ini sudah memenuhi persyaratan teknis untuk digunakan kendaraan listrik sesuai standar, seperti hambatan gulir rendah dan tingkat kebisingan yang lebih senyap," terangnya.
Kemudian, setelah dilakukan uji coba, ban ini punya tingkat stabilitas yang tinggi dan tahan aus.
Baca juga: Daftar Harga Toyota New Raize Terbaru: Tampilan yang Lebih Segar Exterior dan Interiornya
Hal itu membuatnya sangat cocok dipakai untuk kondisi jalanan kering dan basah, jalanan perkotaan atau lintas kota dalam jarak jauh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan