Ilustrasi jalanan beton di tol.
INDOZONE.ID - Jalan tol di Indonesia sekarang makin sering dibangun pakai beton, bukan aspal.
Salah satu alasan utamanya, beton lebih kuat, lebih tahan banting, dan punya umur pakai yang panjang, bahkan di bawah cuaca ekstrem sekalipun.
Contohnya bisa dilihat di Tol Semarang–Solo, Jakarta–Cikampek Elevated, dan sejumlah ruas di Trans Sumatera.
Jenis jalan ini disebut perkerasan kaku alias rigid pavement, yang bikin kendaraan melaju lebih mulus dan minim guncangan karena permukaannya rata dan stabil.
Baca Juga: 7 Tanda Rem Mobil Mulai Melemah, Sudah Cek Belum?
Menurut Syarif Hidayat, Kepala Pemasaran Teknis Semen Merah Putih, jalan beton bisa kasih efek positif ke kendaraan.
"Permukaan rigid pavement memberikan kestabilan lebih baik bagi kendaraan, mengurangi guncangan berlebih, dan meminimalkan keausan pada suspensi," ujarnya mengutip Antara, Rabu (9/5/2025).
Baca Juga: Ridwan Hanif Bagikan Pengalaman Isi Pertalite Campur Air di SPBU Pertamina Klaten
Tapi meskipun kelihatan nyaman, bukan berarti pengemudi bisa santai-santai tanpa persiapan.
Ada beberapa hal penting yang perlu dicek, apalagi kalau kamu lagi dalam perjalanan jauh.
Berikut beberapa tips biar perjalanan tetap aman dan nyaman di atas jalan beton:
Permukaan beton yang rata bisa ngasih cengkeraman maksimal, tapi cuma kalau tekanan angin di ban sesuai.
Ban yang kempis atau udah tipis malah bisa cepat rusak karena permukaan jalan beton cenderung keras dan panjang tanpa banyak variasi.
Beton bikin kendaraan enak melaju konstan. Kalau kamu terlalu sering ngerem atau belok mendadak, itu bisa bikin rem dan ban lebih cepat aus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara