INDOZONE.ID - CEO He Xiaopeng punya prediksi besar soal masa depan industri mobil listrik China. Menurutnya, akan ada lima produsen yang mampu mencetak pendapatan hingga triliunan yuan, dengan keuntungan ratusan miliar yuan.
Pernyataan ini disampaikan dalam program “Dialog” di CCTV, bareng CEO William Li.
Lima perusahaan otomotif dari satu negara bisa main di level yang sama dengan Toyota dan Volkswagen. Itu yang diprediksi He Xiaopeng.
Hitung-hitungan dari CarNewsChina menyebut, untuk bisa masuk level itu, sebuah brand harus jual lebih dari 7 juta unit per tahun.
He memang nggak menyebut siapa saja lima kandidatnya. Tapi kalau lihat data 2025, mulai kelihatan siapa saja produsen mobil China yang bisa raup triliunan.
Baca juga: Update Harga Xpeng X9 Long Range Pro+ Terbaru April 2026 dan Keunggulannya, Lawan Terberat Alphard?
Baca juga: XPENG Bidik Indonesia, Robotaxi dan AI Siap Diterjunkan
Mereka adalah BYD, SAIC Motor, Geely, Chery, dan Great Wall Motors.
BYD bahkan sudah mencatat pendapatan 803,9 miliar yuan atau sekitar Rp1.800 triliun.
Ada Masalah Besar
Di balik pertumbuhan cepat, ada satu isu yang cukup serius, yakni involusi.
Istilah ini dipakai untuk menggambarkan persaingan yang terlalu padat. Terlalu banyak pemain, terlalu banyak model, tapi margin makin tipis.
Contohnya terlihat di Pameran Otomotif Beijing 2026. Sekitar 150 model baru diluncurkan dalam satu waktu.
Menurut He Xiaopeng, industri baru akan sehat ketika kondisi seperti ini berhenti. Artinya, akan ada fase konsolidasi, dan nggak semua pemain bakal bertahan.
EREV vs BEV
Diskusi makin menarik saat masuk ke soal teknologi.
He Xiaopeng mendukung EREV (Extended Range Electric Vehicle). Alasannya karena infrastruktur charging di dunia belum merata.
Di sisi lain, William Li punya pendekatan berbeda. Nio tetap fokus ke BEV (Battery Electric Vehicle) murni karena dianggap sebagai tujuan akhir industri.
Meski beda pandangan, He tetap mengapresiasi transformasi besar yang dilakukan Nio dalam setahun terakhir.
Prediksi He muncul saat Xpeng justru sedang dalam tekanan.
Dari Januari sampai April 2026, penjualannya hanya 94.693 unit. Turun 27,4% dibanding periode yang sama tahun lalu.
Salah satu penyebabnya adalah penghapusan subsidi kendaraan listrik di China, yang langsung memukul permintaan.
Xpeng sendiri menargetkan penjualan 600.000 unit tahun ini. Mereka berharap SUV baru, GX, bisa jadi “penyelamat”.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Car News China