INDOZONE.ID - Audi diam-diam menyegarkan lini SUV listriknya lewat Audi Q4 e-tron. Bukan ubahan total, tapi lebih ke penyempurnaan di banyak sisi yang justru terasa penting buat dipakai harian.
Dari luar, tampilannya masih familiar. Tapi kalau diperhatikan, garis desainnya dibuat lebih tegas. Permainan lampu juga jadi sorotan. Audi sekarang memberi opsi tampilan lampu depan yang bisa diatur sendiri lewat sistem mobil. Di belakang, lampu OLED generasi baru bikin kesan lebih modern, sekaligus membantu visibilitas.
Masuk ke dalam, suasananya terasa lebih “hidup”. Layar instrumen 11,9 inci dan layar utama 12,8 inci jadi pusat perhatian. Semua serba digital, tapi tetap dibuat tidak membingungkan. Audi juga menambahkan opsi layar khusus penumpang depan, fitur yang biasanya cuma ada di mobil kelas atas.
Baca juga: Audi Indonesia Rayakan 36 Tahun Plaza Indonesia dengan Audi A5 Sportback
Fitur hiburan dan kontrol juga makin canggih. Perintah suara kini lebih responsif, bahkan sudah bisa diajak “ngobrol” berkat integrasi teknologi berbasis AI. Buat penggunaan sehari-hari, hal kecil seperti ini justru terasa membantu.
Yang menarik, mobil ini sekarang bisa jadi sumber listrik. Jadi bukan cuma “diisi”, tapi juga bisa “ngasih”. Mau ngecas sepeda listrik atau perangkat lain, tinggal colok. Di beberapa negara, bahkan bisa dipakai untuk suplai listrik rumah.
Soal performa, Audi tidak banyak bicara angka, tapi fokus ke efisiensi. Hasilnya, jarak tempuhnya bisa tembus sekitar 592 km untuk varian tertentu. Cukup jauh untuk ukuran mobil listrik di kelasnya.
Urusan ngecas juga makin praktis. Dengan fast charging, dari 10 ke 80 persen bisa sekitar setengah jam. Kalau lagi buru-buru, isi 10 menit saja sudah bisa dipakai jalan lagi cukup jauh.
Baca juga: Audi A4 Akan Kembali Hadir dengan Mesin Listrik dan Gunakan Model Desain Audi TT
Pilihan variannya masih sama: SUV dan Sportback, dengan dua opsi baterai. Ruang bagasi juga tetap lega, cocok buat kebutuhan keluarga atau perjalanan jauh.
Kalau melihat tren di Indonesia, mobil seperti ini sebenarnya mulai punya tempat. Infrastruktur memang belum merata, tapi minat ke mobil listrik premium sudah terlihat naik. Tinggal soal waktu saja sebelum model seperti ini benar-benar masuk pasar lokal.
Singkatnya, Q4 e-tron sekarang bukan cuma soal gaya. Audi terlihat ingin mobil ini benar-benar enak dipakai setiap hari, bukan sekadar jadi pajangan teknologi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Audi-mediacenter.com