INDOZONE.ID - VinFast mencatat pertumbuhan pada kuartal pertama 2026. Produsen kendaraan listrik asal Vietnam itu membukukan pendapatan sebesar VND23,1 triliun atau sekitar USD920,7 juta hingga 31 Maret 2026, atau naik 41,7 persen dibanding periode yang sama tahun lalu.
VinFast juga sedang fokus pada kendaraan yang bisa nyetir sendiri dengan menggandeng perusahaan teknologi, NVIDIA.
Sementara kenaikan pendapatan VinFast didorong oleh lonjakan penjualan mobil listrik di Vietnam dan kontribusi dari pasar internasional seperti Indonesia, India, dan Filipina.
Sepanjang kuartal pertama 2026, VinFast mengirimkan 58.577 kendaraan listrik (EV) ke pelanggan. Angka tersebut meningkat 61 persen dibandingkan kuartal pertama 2025.
Sekitar 8 persen dari total pengiriman berasal dari pasar internasional. Sementara di Vietnam, penjualan EV VinFast tumbuh 53 persen secara tahunan.
Perusahaan juga mengklaim masih mempertahankan posisi sebagai merek otomotif nomor satu di pasar domestik sejak September 2024.
Baca juga: Wuling Air EV vs VinFast VF3, Pilih Lucu atau Gagah?
Baca juga: Sewa Baterai Motor Listrik VinFast Rp84 Ribu Sebulan
VinFast Makin Agresif di Asia Tenggara
Pada akhir kuartal pertama 2026, VinFast mencatat posisi yang cukup kuat di beberapa negara Asia.
Merek ini berada di peringkat pertama pasar battery electric vehicle (BEV) di Filipina, peringkat keempat di India, dan peringkat kedelapan di Indonesia.
Selain mobil listrik, VinFast juga mencatat lonjakan besar pada bisnis kendaraan roda dua listrik.
Perusahaan mengirimkan 143.136 unit e-skuter dan e-bike selama kuartal pertama 2026, naik 219 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada Maret 2026 saja, VinFast menerima lebih dari 135.000 pesanan e-skuter dan mengirimkan lebih dari 93.000 unit ke jaringan dealer di Vietnam.
Ekspansi VinFast tidak hanya soal penjualan kendaraan. Perusahaan juga terus memperluas jaringan showroom dan layanan purna jual.
Hingga akhir Maret 2026, kendaraan VinFast telah dipasarkan melalui 447 showroom di berbagai negara.
Perusahaan juga menandatangani nota kesepahaman dengan 29 mitra layanan purna jual untuk membangun bengkel yang memenuhi standar global VinFast.
VinFast pun tampak ambisisus dengan target ingin memiliki lebih dari 1.100 bengkel servis di seluruh dunia pada 2026, yang mencakup Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, dan Asia.
Ketua Dewan Direksi VinFast, Pham Nhat Quan Anh, mengatakan VinFast telah memasuki fase baru.
“Kami percaya bahwa pergeseran global jangka panjang menuju elektrifikasi, yang didukung oleh peningkatan fokus pada keamanan energi dan efisiensi operasional, terus menciptakan peluang yang berarti bagi VinFast di seluruh pasar inti kami,” ujarnya dalam pernyataan yang diterima Indozone.
Gandeng NVIDIA untuk Teknologi Otonom
VinFast juga memperkuat pengembangan teknologi kendaraan otonom alias mobil yang bisa mengemudi sendiri.
Pada 1 Juni 2026, dalam ajang NVIDIA GTC Taipei yang menjadi bagian dari COMPUTEX 2026, VinFast mengumumkan kolaborasi dengan NVIDIA dan Autobrains untuk mengembangkan sistem kendaraan otonom Level 4 berbasis NVIDIA DRIVE Hyperion untuk kawasan Asia Tenggara.
Kerja sama ini ditujukan untuk menghadirkan teknologi mengemudi otomatis yang lebih mudah diakses dengan biaya yang lebih terjangkau, sekaligus disesuaikan dengan kondisi lalu lintas yang kompleks di kawasan Asia Tenggara.
Meski masih menghadapi tantangan profitabilitas dan persaingan dari produsen China yang semakin agresif, data kuartal pertama menunjukkan VinFast masih mampu menjaga momentum pertumbuhan.
Asia Tenggara kini tampak menjadi salah satu medan pertarungan paling penting bagi ambisi global merek asal Vietnam tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: VinFast Auto