Ilustrasi tips aman naik motor saat puasa Ramadan. (Dok. YIMM)
INDOZONE.ID - Berkendara motor saat puasa butuh persiapan ekstra.
Kondisi fisik yang berbeda dari hari biasa, ditambah lalu lintas yang memuncak menjelang maghrib, membuat pengendara perlu lebih sadar diri.
Apalagi saat berpuasa, tubuh melewati perubahan. Kadar gula darah turun, tubuh mulai kekurangan cairan, dan konsentrasi bisa terganggu, terutama di jam-jam sore.
Di sinilah risiko berkendara meningkat, bukan karena orangnya ceroboh, tapi karena kondisi biologis yang wajar.
"Selama bulan puasa, pengendara perlu lebih peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri karena seperti kelelahan, dehidrasi, dan menurunnya konsentrasi bisa meningkatkan risiko saat berkendara, terutama di jam-jam menjelang berbuka yang lalu lintasnya lebih padat," ujar Muhammad Arief, Trainer Yamaha Riding Academy (YRA) Indonesia.
Baca juga: Buka Puasa Sambil Mengemudi? Ini Tips Aman yang Wajib Kamu Tahu
Baca juga: Mudik 2026: Korlantas Pakai ETLE Drone Pantau Tol dari Udara
Puncak kepadatan lalu lintas Ramadan biasanya terjadi antara pukul 16.00–18.00 WIB, persis saat energi pengendara yang berpuasa sedang di titik terendah. Kombinasi ini yang perlu diwaspadai.
Persiapan berkendara saat puasa dimulai jauh sebelum menyalakan motor.
Sahur bukan sekadar ritual. Ini adalah fueling session untuk aktivitas seharian.
Konsumsi makanan bergizi dan cukup air di waktu sahur jadi fondasi utama.
Tambah dengan vitamin jika perlu, karena dehidrasi ringan saja sudah cukup untuk menurunkan fokus saat di jalan.
Satu hal yang sering disepelekan, yakni bawa bekal air mineral dan camilan ringan di tas.
Kalau waktu berbuka tiba saat kamu masih di jalan, minggir dulu. Jangan paksa terus berkendara dalam kondisi lemas.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YIMM