Ilustrasi mengemudi saat buka puasa. (Dok. Auto2000)
INDOZONE.ID - Jam berbuka puasa sering bertabrakan dengan jam pulang kerja. Hal ini membuat banyak pengemudi terpaksa buka puasa di balik kemudi.
Kondisi ini lumrah terjadi di kota-kota besar Indonesia, tapi tetap berisiko kalau tidak disiapkan dengan benar.
Tips dari Auto2000, ada cara yang aman buka puasa saat mengemudi.
Bawa air mineral atau minuman manis kemasan. Hindari kopi atau soda. Soalnya keduanya bisa bikin perut tidak nyaman setelah seharian kosong.
Suhu minuman juga penting. Jangan terlalu panas atau terlalu dingin supaya bisa langsung diminum tanpa repot.
Soal makanan, pilih yang simpel. Tidak perlu nasi atau lauk berat. Kan repot, makan besar saat berkendara bisa memicu kantuk mendadak.
Baca juga: Cara Aman Berkendara Saat Puasa, Biar Gak Ngerasa Kelelahan!
Hindari makanan getas atau remah yang bisa berserakan di kabin dan mengalihkan perhatian.
Buka segel kemasan sebelum jalan. Membuka tutup botol atau plastik saat mengemudi itu lebih berbahaya dari yang kelihatannya.
Baca juga: Kenapa Mobil Bau Bensin? Ini Penjelasannya
Kalau ingin berhenti, cari tempat yang layak. Rest area tol, SPBU, minimarket, atau masjid.
Bahu jalan bukan pilihan, meski terasa cepat dan mudah.
Berhenti di bahu jalan menghambat arus lalu lintas dan meningkatkan risiko ditabrak dari belakang.
Di jam berbuka yang padat, visibilitas rendah dan pengemudi lain juga mungkin dalam kondisi lelah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto2000