Ilustrasi pertumbuhan kendaraan listrik di Indonesia. (Reuters)
INDOZONE.ID - Penggunaan kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan tren peningkatan dalam beberapa tahun terakhir. Seiring dorongan pemerintah untuk mempercepat transisi energi, jumlah kendaraan listrik di Tanah Air tumbuh signifikan dari tahun ke tahun.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan dan Kementerian Perindustrian, total kendaraan listrik di Indonesia mencapai 274.802 unit hingga pertengahan 2025. Angka ini melonjak jauh dibandingkan 2021 yang masih berada di kisaran 15.883 unit. Pertumbuhan pesat mulai terlihat sejak 2023 dan terus berlanjut hingga 2025.
Dari total tersebut, sepeda motor listrik mendominasi dengan jumlah 196.051 unit. Sementara itu, mobil listrik tercatat sebanyak 77.227 unit. Sisanya terdiri dari bus listrik 638 unit, kendaraan roda tiga 617 unit, kendaraan komersial 266 unit, serta kendaraan khusus sebanyak 3 unit.
Baca juga: Perlindungan Kendaraan Kini Lebih Spesifik, Dari Mobil Harian hingga Kendaraan Listrik
Peningkatan ini tak lepas dari berbagai faktor pendorong, mulai dari efisiensi biaya operasional hingga kebijakan pemerintah yang semakin mendukung. Di sejumlah daerah, kendaraan listrik bahkan menjadi solusi atas keterbatasan akses bahan bakar minyak (BBM), seperti yang terjadi di Agats, Kabupaten Asmat, Papua Selatan.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, adopsi mobil listrik juga mulai meningkat. Salah satu faktor utamanya adalah insentif berupa pembebasan aturan ganjil-genap serta pajak yang lebih rendah. Sementara di daerah wisata seperti Bali, keberadaan kendaraan listrik terus berkembang seiring meningkatnya pilihan model dan harga yang semakin kompetitif.
Ilustrasi kendaraan listrik (Freepik/senivpetro)
Presiden Prabowo Subianto sebelumnya juga menyampaikan rencana besar untuk mendorong konversi kendaraan berbahan bakar fosil menjadi kendaraan listrik. Langkah ini dinilai penting untuk meningkatkan efisiensi anggaran negara sekaligus mengurangi ketergantungan pada energi fosil.
Meski demikian, jika dibandingkan dengan negara lain, jumlah kendaraan listrik di Indonesia masih tergolong rendah. China, misalnya, telah mencatat lebih dari 19 juta unit kendaraan listrik. India mencapai lebih dari 2 juta unit, sementara Vietnam sekitar 319 ribu unit. Thailand dan Malaysia masing-masing mencatat 103 ribu dan 30 ribu unit.
Perbandingan ini menunjukkan bahwa Indonesia masih memiliki ruang besar untuk berkembang dalam ekosistem kendaraan listrik. Dukungan infrastruktur, insentif kebijakan, serta peningkatan kesadaran masyarakat akan menjadi kunci dalam mempercepat adopsi kendaraan ramah lingkungan di masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA