Ilustrasi membeli motor baru. (Freepik)
INDOZONE.ID - Promo kredit motor makin kreatif. Ada DP ringan mulai Rp500 ribu, cicilan "cuma Rp30 ribu per hari", sampai tenor 5 tahun. Tapi dari semua opsi itu, mana yang benar-benar menguntungkan?
Jawabannya tergantung kondisi keuangan masing-masing, bukan seberapa heboh spanduknya.
Melansir laman Wahanan Honda, berikut ini panduan membeli motor, apakah lewat promo DP ringan atau cicilan ringan?
DP ringan cocok buat yang butuh motor segera. Misalnya untuk kerja atau kuliah, tanpa harus menunggu tabungan terkumpul.
Tapi ada konsekuensinya. Cicilan bulanan otomatis lebih besar, dan total pembayaran akhir lebih tinggi dibanding skema lain.
Cocok dipilih jika penghasilan bulanan cukup untuk menanggung cicilan tinggi dan kamu tidak keberatan membayar sedikit lebih mahal di akhir kredit.
Tipsnya hitung dulu Total Cost of Ownership (TCO), jumlah DP ditambah seluruh cicilan, sebelum setuju. Angka di spanduk jarang mencerminkan total yang sebenarnya kamu bayar.
Baca juga: Segini Harga Motor Listrik Honda ICON e: Terbaru April 2026 beserta Kelebihannya, Layak Gak Sih?
Cicilan kecil per bulan memang terasa nyaman. Tapi biasanya ini berarti tenor lebih panjang, dan total bunga yang dibayar ikut membengkak.
Skema ini masuk akal jika penghasilan tetap tapi tidak terlalu besar, dan kamu ingin arus kas bulanan tetap stabil.
Pilih tenor maksimal 3 tahun di atas itu, nilai motor sudah turun tapi cicilan masih jalan.
FIFGroup memulai usahanya lewat cicilan motor Honda. (Indozone/Rachmat Fahzry)
Tenor 48–60 bulan membuat angka cicilan terlihat kecil. Realitanya, total bunga yang harus dibayar bisa jauh lebih besar dari harga motor itu sendiri jika tidak cermat memilih produk pembiayaan.
Gunakan tenor panjang hanya jika bunga per tahunnya rendah atau ada promo potongan bunga dari dealer.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wahana Honda