Jetour T1 i-DM alias hybrid. (Indozone/Rachmat Fahzry)
INDOZONE.ID - Jetour T1 resmi meluncur di Indonesia pada 4 Juni 2026 dengan dua pilihan mesin, yakni bensin konvensional (ICE) dan hybrid plug-in i-DM.
Perbedaan terbesar keduanya ada pada sistem penggerak, efisiensi bahan bakar, serta kemampuan berkendara menggunakan tenaga listrik murni hingga 100 kilometer pada versi hybrid.
Buat kamu yang sedang melirik SUV baru, lebih menarik yang bensin biasa atau hybrid?
PT Jetour Sales Indonesia memperkenalkan Jetour T1 sebagai Urban Adventure SUV.
Mobil ini dirancang untuk penggunaan harian di kota, tetapi tetap membawa tampilan tangguh ala SUV petualang.
Meski tampilannya serupa, teknologi di balik kedua varian ini cukup berbeda.
Baca juga: Jetour T1 Hybrid Meluncur, Klaim Tembus 1.200 Km
Varian paling menarik perhatian adalah Jetour T1 Hybrid i-DM.
Apa itu i-DM? Singkatnya, Intelligent Dual Mode adalah sistem plug-in hybrid yang menggabungkan mesin bensin dengan motor listrik dan baterai berkapasitas besar.
Sistem ini memungkinkan mobil berjalan menggunakan tenaga listrik, mesin bensin, atau kombinasi keduanya.
Jetour T1 i-DM alias hybrid. (Indozone/Rachmat Fahzry)
Jetour T1 Hybrid menggunakan mesin ACTECO 1.5 TGDI Dedicated Hybrid Engine yang dipadukan dengan Dedicated Hybrid Transmission (DHT) dan baterai LFP berkapasitas 18,4 kWh.
Mesin bensinnya menghasilkan tenaga 136 PS dan torsi 220 Nm. Sementara motor listriknya menyumbang tenaga 204 PS dan torsi 310 Nm.
Dalam mode listrik murni, SUV ini diklaim mampu menempuh jarak hingga 100 kilometer berdasarkan standar WLTC.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan