Pabrik BYD di Shenzhen, China. Seunit mobil BYD terdampak akibat topan Noul. (BYD/Car News China)
INDOZONE.ID - Pabrik BYD di Shenzhen, China, terdampak topan Noul yang melanda wilayah selatan negara itu.
Laporan Car News China, badai tersebut merusak fasilitas produksi dan ratusan kendaraan yang sudah selesai dirakit.
Meski akan diperbaiki, mobil-mobil itu disebut tidak akan dijual ke konsumen umum, melainkan ditawarkan kepada karyawan perusahaan dengan harga lebih rendah.
Topan merupakan badai tropis berkekuatan tinggi yang terbentuk di wilayah Samudra Pasifik Barat.
Angin kencang dan hujan deras yang dibawanya kerap menyebabkan kerusakan pada bangunan, infrastruktur, hingga kawasan industri.
Baca juga: Komponen Mobil BYD Copot saat Terjang Banjir
Badai datang di waktu yang kurang ideal bagi BYD.
Sebelum topan menghantam, produsen mobil listrik asal China itu baru mengumumkan rencana ekspansi kompleks manufakturnya di Zona Kerja Sama Khusus Shenzhen-Shantou.
Perusahaan bahkan berencana merekrut lebih dari 9.000 pekerja untuk mendukung peningkatan kapasitas produksi.
Namun, cuaca ekstrem mengubah situasi. Menurut laporan, badai memaksa sebagian pekerja mengungsi sementara dan membuat aktivitas produksi terganggu.
Seunit mobil BYD yang terdampak topan Noul di China. (Dok. Car News China.)
Sebuah komunitas pemilik BYD di China juga melaporkan dua jalur perakitan utama berhenti beroperasi selama dua hari.
Produksi kini sudah kembali berjalan, tetapi kapasitasnya disebut belum pulih sepenuhnya.
Kerusakan terbesar justru bukan terjadi di bangunan pabrik, melainkan di area penyimpanan kendaraan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Car News China