Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Kamis, 23 JULI 2026 • 17:10 WIB

Strategi Baru Honda Prospect Motor Hadapi Persaingan Pasar Elektrifikasi

Strategi Baru Honda Prospect Motor Hadapi Persaingan Pasar ElektrifikasiHonda Super-One bakal debut di GIIAS 2026. (Dok. HPM)

INDOZONE.ID - Kabar penutupan sejumlah dealer Honda di beberapa wilayah belakangan ini memunculkan berbagai spekulasi mengenai kondisi bisnis otomotif di Indonesia. Isu tersebut mencuat di tengah tren penjualan mobil nasional yang melambat sepanjang 2026, sementara persaingan dengan merek-merek baru, terutama kendaraan elektrifikasi, semakin ketat.

Meski demikian, PT Honda Prospect Motor (HPM) memastikan kondisi tersebut tidak mengubah komitmennya untuk terus memperkuat bisnis di Indonesia. Sales & Marketing and After Sales Director PT Honda Prospect Motor (HPM), Yusak Billy, mengatakan Honda justru tengah melakukan berbagai penyesuaian strategi sebagai bagian dari transformasi global perusahaan.

"Honda secara global sedang melakukan evaluasi untuk memperkuat struktur bisnis otomotif dan menyesuaikan pengembangan teknologi dengan perubahan pasar, termasuk memperkuat elektrifikasi, termasuk model hybrid untuk pasar Asia," ujar Billy kepada INDOZONE.

Menurutnya, transformasi tersebut juga diterapkan di Indonesia. Di tengah penyesuaian jaringan di sejumlah lokasi, Honda tetap memperluas jangkauan layanan kepada konsumen melalui pembukaan dealer baru di berbagai daerah.

Baca juga: Moge Listrik Honda WN7 Mengaspal, Desain Naked Bike Usung Konsep 'Be the Wind'

"Di Indonesia, Honda tetap berkomitmen memperluas jangkauan layanan dengan hadir di berbagai wilayah baru, salah satunya melalui pembukaan enam jaringan dealer baru di Jawa Tengah, Bali hingga Merauke," jelasnya.

Merek Jepang Masih Mendominasi Penjualan

Di tengah derasnya ekspansi merek otomotif asal China, data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) menunjukkan merek-merek Jepang masih mendominasi penjualan mobil nasional pada paruh pertama 2026.

Billy menilai capaian tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan konsumen terhadap produsen Jepang yang selama ini dikenal memiliki kualitas produk dan layanan purna jual yang kuat.

"Hal tersebut menunjukkan bahwa merek Jepang masih dipercaya konsumen karena mampu menghadirkan produk yang relevan, didukung kualitas yang konsisten, serta jaringan layanan purna jual yang luas," katanya.

Meski demikian, ia mengakui lanskap industri otomotif kini telah berubah. Semakin banyaknya pilihan kendaraan membuat setiap produsen harus mampu menawarkan nilai tambah yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

Baca juga: Honda Rebel 1100 Punya Warna Baru, Pilih Silver atau Hitam?

"Pilihan konsumen kini semakin beragam, sehingga Honda tetap perlu terus beradaptasi dan menghadirkan value yang sesuai dengan kebutuhan pasar," ujarnya.

Siapkan Deretan Produk dan Teknologi Baru di GIIAS 2026

Sebagai bagian dari strategi menghadapi perubahan industri, Honda juga tengah menyiapkan berbagai kejutan untuk ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2026 yang digelar pada akhir bulan ini.

Billy mengungkapkan, Honda akan memanfaatkan pameran otomotif terbesar di Indonesia tersebut untuk memperkenalkan berbagai produk dan teknologi terbaru yang sejalan dengan arah elektrifikasi perusahaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wawancara

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Strategi Baru Honda Prospect Motor Hadapi Persaingan Pasar Elektrifikasi

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!