Selasa, 05 AGUSTUS 2025 • 10:00 WIB

Ketika Keselamatan Diantar Keliling Kota Cinta

Author

Patroli Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Parepare, sampaikan pesan keselamatan berkendara ( Moh Faizal/Z Creators)

INDOZONE.ID - Pagi itu, suara imbauan keselamatan tak hanya berasal dari pengeras suara di pos polisi. Di Jalan Mattirotasi, Senin (4/8/2025), sebuah mobil patroli Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Parepare perlahan menyusuri jalan, menyuarakan pesan penting yang sering kali terlupakan, yaitu keselamatan berkendara.

Di balik mikrofon, Iptu Sumiati, Kanit Kamsel Sat Lantas, bersama dua rekannya, Aipda Aswar dan Bripka Umriani Umar, tak henti-hentinya mengingatkan warga. Mereka bukan sekadar petugas yang menjalankan tugas, melainkan "kurir" keselamatan yang mengantar pesan hidup dan mati.

"Jangan anggap sepele," begitu kira-kira pesan yang terus disuarakan.

Helm yang sering kali dianggap 'ribet', knalpot brong yang 'keren', hingga ponsel yang 'tak bisa lepas' adalah pemicu kecelakaan yang paling sering. Pesan ini bukan hanya tentang aturan, melainkan tentang nyawa.

Saat ini, di Kota Parepare, pelanggaran itu bisa tercatat tanpa disadari. Sistem tilang elektronik (ETLE) menjadi "mata" tambahan yang tidak pernah lelah mengawasi. Buktinya, selama Operasi Patuh Pallawa 2025, sudah 151 pelanggar yang terekam.

Baca juga: Mobil Terasa Oleng Saat Berkendara? Ini 7 Langkah yang Harus Kamu Lakukan

Patroli Satuan Lalu Lintas (Sat Lantas) Polres Parepare (Moh Faizal/Z Creators)

Namun, Iptu Sumiati tak hanya berfokus pada pelanggar yang melaju kencang atau lupa pakai helm. Ia juga menyoroti satu hal unik yang sering terjadi di jalanan, konvoi pengantar jenazah.

"Hormati yang berpulang, tapi jangan sampai membahayakan yang masih hidup," tegasnya. Pesan ini menyadarkan kita bahwa di tengah duka, tertib berlalu lintas tetaplah sebuah kewajiban.

Baca juga: Alasan untuk Keselamatan Berkendara di Jalan Raya, Pustral UGM Desak Pemerintah Terapkan Zero ODOL

AKP Muhammad Arsyad, Kasat Lantas Polres Parepare, melihat fenomena ini sebagai masalah kebiasaan. Menurutnya, pelanggaran seperti menggunakan ponsel saat berkendara memang terlihat sepele, terutama bagi pengendara muda. Namun, di balik itu, ada risiko besar yang siap mengintai.

"Pelanggaran ini terlihat sepele, namun bisa menjadi awal dari kecelakaan yang merenggut nyawa," ujarnya, mengingatkan bahwa kelalaian sekecil apa pun bisa membawa dampak besar.

Di tengah kesibukan kota, suara dari mobil patroli itu seolah menjadi pengingat lembut. Harapannya, kesadaran itu tidak datang karena tilang, melainkan dari hati.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan, Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU