Rabu, 01 OKTOBER 2025 • 14:10 WIB

Tesla Nyuruh Sopir Ngantuk Nyalain Fitur FSD, Aman atau Justru Bahaya?

Author

Tesla merilis video demonstrasi terbaru teknologi Full Self-Driving (FSD), dengan mobil bisa menempuh 580 km tanpa intervensi pengemudi. (Dok. Tesla)

INDOZONE.ID - Tesla lagi-lagi bikin heboh. Lewat update software terbaru, mobil mereka sekarang bisa ngasih pesan ke sopir yang keliatan ngantuk atau mulai keluar jalur: “Nyalain aja Full Self-Driving (FSD) biar tetap fokus.” 

Kedengarannya keren kan? Lo capek, mobil bantuin nyetir. Tapi masalahnya, FSD itu sebenernya… belum bisa beneran self-driving.

Baca juga: Harga Jaecoo J8 ARDIS SHS Resmi Diumumkan, Cuma Rp818 Jutaan Bisa Jalan 1.600 Km!

FSD Itu Apa Sih?

Buat yang belum familiar, Full Self-Driving (FSD) adalah paket fitur canggih Tesla yang bisa:

  • Ngerem otomatis
  • Belok
  • Ganti jalur
  • Berhenti di lampu merah

Tapi tetep ada syarat penting: sopir harus selalu awas dan siap ambil alih kapan pun. 

Manualnya udah jelas banget nulis, kalau lo nggak perhatiin jalan, risikonya bisa fatal—dari nabrak sampai celaka.

Jadi bayangin: di satu sisi Tesla bilang “jangan lengah,” tapi sekarang muncul pesan “lagi ngantuk? Nyalain FSD aja.” Nah, ini yang bikin para ahli kesel.

Baca juga: Subaru Indonesia dan Max Motorsport Hadirkan BRZ Time Attack Spesial dengan Spek Siap Balap!

Masalahnya di Mana?

Peneliti keselamatan bilang, justru di saat sopir ngantuk atau buyar fokus, seharusnya sistem itu maksa kita balik fokus ke jalan, bukan malah nyuruh lepas kendali lebih banyak.

Alexandra Mueller dari Insurance Institute for Highway Safety nyebut, ini kayak ngasih instruksi yang saling bertolak belakang.

Charlie Klauer dari Virginia Tech bilang, kalau orang udah capek, malah makin dikasih kesempatan “lepas tangan,” itu bisa bumerang.

Logikanya gini: makin ngantuk, makin butuh lo tetap “megang sesuatu” biar otak nggak sepenuhnya off. Kalau semua dibiarin ke mobil, lo bisa tambah lost dan kalau sistem gagal, bahaya banget.

Baca juga: Langkah Revolusioner Bupati Ipuk: Ojol Banyuwangi Banjir Order, Grab Respon dengan Kode Rahasia Ini!

Fenomena “Out of the Loop”

Di dunia penerbangan ada istilah “out-of-the-loop performance problem.” Intinya, kalau pilot terlalu lama percaya sistem otomatis, mereka jadi kurang sigap kalau tiba-tiba ada error. 

Sama juga dengan sopir Tesla: kalau kebanyakan ngandelin FSD, bisa-bisa pas sistem salah baca jalan, lo telat nyadarnya.

Tesla Sebenarnya Pernah Lebih Ketat

Uniknya, Tesla dulu sempet lebih ketat soal ini. Tahun 2021, mereka bahkan pake kamera dalam kabin buat ngawasin mata sopir. 

Kalau ketahuan nggak fokus, keluar peringatan, bahkan bisa kena “strike” sampai fitur FSD dikunci seminggu.

Baca juga: Tau Gak? Ini 5 Jalan Tol Terpendek di Indonesia yang Jaraknya Tidak Sampai 10 Km!

Tapi dengan pesan baru kayak “Drowsiness detected. Stay focused with FSD,” seolah aturan lama itu jadi nggak konsisten. 

Bryan Reimer, peneliti MIT, sampai bilang ini “bertentangan banget sama riset keselamatan.”

Kontroversi ini juga muncul di saat Tesla lagi banyak kasus hukum.

Tahun lalu, juri di Florida nemuin Tesla ikut bertanggung jawab atas kecelakaan 2019 yang bikin penumpang tewas. Mereka kena denda ratusan juta dolar.

Di California, mereka juga lagi diinvestigasi karena dianggap misleading alias menyesatkan publik soal “mobil self-driving.” Kalau kalah, mereka bisa dilarang jualan di sana selama sebulan.

Baca juga: Cerita Kristian Hansen Menjelajah Indonesia Pakai Motor Honda Africa Twin

Padahal Elon Musk udah taruhan gede banget di FSD. Bahkan gajinya sendiri bakal tergantung dari berapa banyak orang yang langganan FSD (yang sekarang harganya $8.000 sekali bayar atau $99 per bulan).

Di atas kertas, FSD itu keren. Bayangin, bisa nyetir semi-otomatis, lo tinggal ngawasin. Tapi di lapangan, ini bukan sistem otonom penuh. 

Elon Musk janji kalau tahun 2026 bakal ada versi beneran otonom (unsupervised), yang bikin lo bisa tidur di mobil sampai tujuan. Tapi, ya… track record janji-janji Tesla sering molor.

Greg Brannon dari AAA bilang, masalahnya bukan cuma Tesla. Hampir semua pabrikan mobil sekarang punya sistem semi-otomatis (Level 2). 

Dan makin canggih sistemnya, makin besar juga godaan sopir buat ngelakuin hal lain (kayak main HP). Ujung-ujungnya, resikonya naik.

Baca juga: Detail Premium yang Beda di XMAX Connected TechMAX 2025

Tips Buat Pengguna Tesla (atau Mobil Semi-Otonom Lain)

  • Jangan pernah nganggep mobil bisa nyetir sendiri, meskipun namanya “Full Self-Driving.”
  • Kalau capek atau ngantuk, mending berhenti dan istirahat. Sistem canggih nggak bisa gantiin tidur.
  • Anggap FSD sebagai asisten, bukan supir pribadi. Lo tetap boss-nya di balik kemudi.
  • Jangan multitasking berlebihan (scroll TikTok, makan mie instan, dll). Itu murni cari masalah.
  • Fitur kayak FSD memang masa depan dunia otomotif. Tapi cara Tesla ngejual atau ngarahin penggunaannya masih bikin debat panjang. 

Baca juga: Bukan Sekadar Pameran, IMOS 2025 Juga Hadirkan Program Edukatif serta Promo Menarik untuk Pengunjung

Nyuruh sopir ngantuk buat “biar FSD aja yang ambil alih” bisa terdengar praktis, tapi secara keselamatan, itu langkah mundur.

Pada akhirnya, teknologi boleh makin pintar, tapi keselamatan tetep balik ke manusianya. Karena kalau kita kebanyakan santai, bisa aja mobil malah bikin masalah yang lebih gede.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wired.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU