Kamis, 30 OKTOBER 2025 • 15:04 WIB

Mesin Sawah ke Mobil Hybrid, Begini Isi Museum Daihatsu di Jepang

Author

Daihatsu Mudget, mobil pertama Daihatsu. (Dok. Astra Daihatsu Motor)

INDOZONE.ID - Humobility World berdiri tepat di samping kantor pusat Daihatsu Motor di Ikeda, Osaka. Fasilitas ini dibangun pada 2007 untuk memperingati 100 tahun perjalanan Daihatsu dalam dunia mobilitas.

Museum ini terbuka untuk umum dan bisa dikunjungi gratis, cukup dengan melakukan reservasi lebih dulu.

Nama “Humobility” sendiri berasal dari gabungan kata Human dan Mobility, mencerminkan filosofi Daihatsu dalam menghadirkan kebebasan bergerak yang ramah, efisien, dan menyenangkan untuk semua orang.

Lantai 2: Awal Cerita dari Mesin Tua dan Roda Tiga

Perjalanan sejarah dimulai di lantai dua. Di sini, pengunjung bisa melihat mesin dan kendaraan pertama yang diproduksi Daihatsu, saat perusahaan ini masih bernama Hatsudoki Seizo Co., Ltd. pada 1907.

Salah satu yang menarik adalah mesin diesel LH-25, salah satu mesin tertua Daihatsu, yang dulu digunakan untuk irigasi sawah di Jepang. Mesin ini bahkan sempat beroperasi hingga 20 tahun lamanya di wilayah Shiga.

Daihatsu Copen. (Dok. Astra Daihatsu Motor)

Kendaraan roda tiga karya Hatusodoki. (Dok. Astra Daihatsu Motor)

Masih di lantai yang sama, ada Daihatsu HD, kendaraan roda tiga yang jadi cikal bakal mobil komersial kecil di Jepang. Saat mobil impor masih mahal, HD hadir sebagai solusi terjangkau bagi masyarakat lokal. 

Uniknya, kendaraan ini sudah memakai nama “Daihatsu” bahkan sebelum nama perusahaan resmi berubah. Pada 2017, Daihatsu HD terdaftar sebagai mobil bersejarah di Japan Automotive Hall of Fame.

Lantai 3: Deretan Mobil Legendaris dari Masa ke Masa

Naik ke lantai tiga, pengunjung langsung disambut deretan mobil legendaris Daihatsu dari berbagai dekade. Salah satunya Daihatsu Midget, mobil kecil yang populer di era 1950-an.

Sebelum Midget hadir, masyarakat mengandalkan sepeda atau gerobak untuk mengangkut barang. Kehadirannya benar-benar mengubah cara hidup orang Jepang di masa itu: lincah, praktis, dan bisa melintas di jalan sempit perkotaan.

Baca juga: 1 Menit 1 Mobil, Begini Proses Pabrik Daihatsu di Kyoto Jepang

Memasuki 1960-an, era baru muncul dengan Daihatsu Fellow, mobil mini pertama Daihatsu yang dirancang untuk keluarga kecil. Mobil ini jadi simbol “tiga harta berharga baru” kala itu—TV berwarna, AC, dan mobil, yang menandai kemajuan gaya hidup modern Jepang.

Daihatsu Mira. (Dok. Astra Daihatsu Motor)

Dari Charade hingga Mira

Pada 1970-an, Daihatsu Charade lahir sebagai mobil kompak pertama di dunia dengan mesin tiga silinder 1.000 cc. Charade bahkan memenangkan penghargaan Motor-Fan’s Car of the Year berkat efisiensinya.

Masuk dekade 1980-an, giliran Daihatsu Mira yang mencuri perhatian. Saat semakin banyak perempuan bekerja, Mira hadir dengan desain simpel, mudah dikendarai, dan harga terjangkau. Dalam enam tahun, penjualannya menembus satu juta unit.

Teknologi Masa Depan

Ketika mobil tak lagi sekadar alat transportasi, Daihatsu memperkenalkan Copen pada 2002. Mobil convertible mungil ini menjadi simbol kebahagiaan dan gaya hidup berkendara di Jepang.

Tak berhenti di situ, Daihatsu meluncurkan Mira e:S, mobil bensin irit bahan bakar dengan efisiensi setara mobil hybrid. Bahkan, Daihatsu juga menampilkan Ayla, mobil LCGC hasil kolaborasi dengan Indonesia dan Malaysia.

Daihatsu Charade. (Dok. Astra Daihatsu Motor)

Tampilan potongan mesin hibrida dari Daihatsu Rocky. (Dok. Astra Daihatsu Motor)

Lantai 4: Eksperimen, Teknologi, dan Masa Depan Mobilitas

Di lantai empat, pengunjung bisa mencoba langsung teknologi di balik mobil mini Daihatsu. Ada area “Technology Supporting Mini Vehicles” tempat pengunjung bereksperimen memahami prinsip dasar mesin dan efisiensi bahan bakar.

Bagian paling futuristik ada di “Future Drive – Bringing Advanced Technology to Everyone”, yang menampilkan sistem hybrid dari Daihatsu Rocky Hybrid.

Mobil ini menggunakan sistem Series Hybrid, di mana motor listrik menjadi penggerak utama sementara mesin bensin hanya bertugas mengisi daya baterai. Sensasinya seperti mengemudi mobil listrik—tanpa perlu charging.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Astra Daihatsu Motor

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU