INDOZONE.ID - Pertamina Patra Niaga mengambil langkah tegas. Ratusan ribu kendaraan diblokir dari akses pembelian BBM subsidi setelah sistem mereka menemukan indikasi kecurangan.
Direktur Utama Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra, menjelaskan bahwa ada 394 ribu nomor polisi yang terkena pemblokiran.
“Dari sisi pengawasan sistem subsidi, kami telah melakukan identifikasi fraud terhadap 394 ribu nomor kendaraan yang telah kita blokir untuk antisipasi maupun mitigasi adanya penyalahgunaan BBM (subsidi) di SPBU,” kata Ega dikutip dari Antara.
Ega tidak menjelaskan detail bentuk pelanggarannya. Namun, pemblokiran ini bertujuan agar kendaraan-kendaraan tersebut tidak lagi bisa membeli BBM subsidi.
Selain itu, Pertamina juga melakukan pembinaan terhadap 544 SPBU hingga pertengahan November 2025 untuk memastikan penyaluran BBM lebih tertib dan sesuai aturan.
Distribusi Energi di Pelosok Tetap Jalan
Pertamina Patra Niaga menyebut distribusi energi ke berbagai daerah tetap berjalan melalui 231 fasilitas yang meliputi terminal BBM, terminal LPG, hingga depo pengisian pesawat.
Untuk penyaluran BBM, ada 15.345 titik layanan, termasuk program BBM Satu Harga di 573 lokasi yang membantu akses energi di wilayah terpencil.
Baca juga: Siap Bangun Mobil Masa Depan, Toyota Mau Produksi Bioetanol Bareng Pertamina di Lampung
Digitalisasi dan QR Code untuk Pemantauan
Pertamina menegaskan pemasaran mereka tumbuh positif. Salah satu dorongan utamanya adalah penjualan produk nonsubsidi serta penerapan digitalisasi untuk memantau transaksi subsidi.
“Program strategis yang terus kita dorong antara lain program subsidi tepat. Untuk sektor BBM saat ini telah dilaksanakan full QR Code untuk penyaluran BBM jenis solar maupun Pertalite,” ujar Ega.
Kuota Solar dan Pertalite Masih Aman
Ega menyebut kuota solar 2025 diperkirakan aman dengan selisih di bawah 1,5 persen dari kuota nasional. Sementara konsumsi Pertalite diperkirakan masih under 10 persen dari kuota yang diberikan.
Pertamina juga mendorong penggunaan bahan bakar non-subsidi yang lebih ramah lingkungan, seperti Pertamax Green. Produk ini kini tersedia di 168 SPBU di DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Banten.
“Animo masyarakat cukup baik, sales growth sampai dengan saat ini kurang lebih 80 persen dibanding tahun 2024,” kata Ega.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara