Senin, 26 JANUARI 2026 • 15:30 WIB

Ini 5 Perbedaan Mobil Hybrid dan Plug-in Hybrid yang Wajib Dipahami Pemula, Jangan Bingung!

Author

Wuling Motors kembali menghadirkan inovasi baru di segmen mobil keluarga dengan meluncurkan Wuling Cortez Darion EV & PHEV. (Dok. Wuling Motors)

INDOZONE.ID - Memasuki tahun 2026, kendaraan ramah lingkungan sudah menjadi pemandangan sehari-hari di jalanan Indonesia.

Namun, bagi kamu yang baru berencana beralih dari mobil mesin bensin konvensional, istilah Hybrid (HEV) dan Plug-in Hybrid (PHEV) seringkali memicu kebingungan.

Keduanya memang mengombinasikan dua "jantung" penggerak, yaitu mesin pembakaran internal dan motor listrik. Meski terlihat serupa, cara kerja dan gaya hidup yang ditawarkan keduanya sangatlah kontras.

Agar tidak salah pilih saat datang ke dealer, yuk simak perbedaan mobil hybrid dan plug-in hybrid melalui 5 poin utama yang telah kami rangkum secara mendalam berikut ini!

Perbedaan Hybrid dan Plug-in Hybrid di Mobil Terbaru 

1. Kapasitas Baterai yang Digunakan

Tampilan baterai mobil listrik terbaru milik BYD. (slashgear.com)

Perbedaan mobil hybrid dan plug-in hybrid yang paling mendasar terletak pada ukuran baterainya. Mobil Hybrid (HEV) dibekali dengan baterai berkapasitas kecil, yang fungsinya hanya sebagai penyimpan energi cadangan, untuk membantu akselerasi awal atau saat mobil merayap pelan di kemacetan.

Sebaliknya, mobil Plug-in Hybrid (PHEV) memiliki baterai dengan kapasitas yang jauh lebih besar. Ukuran yang masif ini, memungkinkan PHEV menyimpan daya listrik yang cukup besar, untuk menggerakkan kendaraan secara mandiri dalam durasi yang lebih lama tanpa bantuan mesin bensin sama sekali.

2. Cara Melakukan Pengisian Daya

Ilustrasi pengecasan baterai solid state pada mobil konsep Toyota. (Toyota)

Dalam hal pengisian daya, kedua teknologi tersebut memiliki mekanisme yang sangat berbeda. Pada mobil Hybrid (HEV), kamu tidak perlu dan bahkan tidak bisa melakukan pengisian daya secara manual.

Sebab, baterainya akan terisi secara otomatis melalui putaran mesin bensin, serta teknologi Regenerative Braking.

Sistem ini bekerja dengan mengubah energi gerak saat kamu melakukan pengereman, menjadi energi listrik yang disimpan kembali ke baterai.

Baca juga: Banyak Pilihan, Ini 5 Pertimbangan Beli Mobil PHEV yang Harus Kamu Pikirkan Matang-matang!

Sementara itu, sesuai dengan namanya, mobil Plug-in Hybrid (PHEV) memiliki soket khusus, sehingga harus dicolok ke sumber listrik luar.

Misal, wall box di rumah atau stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU), untuk mendapatkan daya listrik maksimal.

Meskipun mesin bensinnya secara teknis bisa membantu mengisi baterai saat berjalan, cara paling efisien dalam menggunakan PHEV adalah, dengan rutin melakukan pengisian daya secara mandiri layaknya kamu mengisi daya ponsel setiap malam.

3. Kemampuan Jarak Tempuh Mode Listrik (EV Mode)

Chery Tiggo 8 CSH merupakan SUV Hybrid premium yang layak untuk keluarga. (INDOZONE/Dwi Aji)

Seberapa jauh sebuah mobil bisa melaju tanpa membakar bensin setetes pun, menjadi perbedaan mobil hybrid, dan plug-in hybrid yang sangat krusial.

Mode listrik murni pada mobil Hybrid (HEV) sangatlah terbatas, biasanya hanya mampu menempuh jarak sekitar 1 hingga 2 kilometer saja dalam kecepatan rendah.

Sebab, motor listrik di sini lebih berperan sebagai "asisten" mesin bensin. 

Baca juga: Jaecoo J5 EV Jadi Rebutan! Ini Spesifikasi SUV Listrik yang Laris Manis di Indonesia

Di sisi lain, karena baterainya yang besar, PHEV sanggup berfungsi layaknya mobil listrik murni dengan jarak tempuh yang cukup jauh, rata-rata antara 40 km hingga 80 km.

Hal ini memungkinkan kamu berangkat kerja hingga pulang ke rumah hanya dengan tenaga listrik selama baterai terisi penuh.

4. Performa dan Pengalaman Berkendara

Pengetestan performa Chery Tiggo 9 CSH. (Dok: Chery)

Pengalaman di balik kemudi juga menyuguhkan sensasi yang berbeda. Pada mobil Hybrid (HEV), transisi antara mesin bensin dan motor listrik terjadi secara otomatis berdasarkan sistem komputer mobil.

Di mana, fokus utamanya adalah, kehalusan berkendara dan efisiensi tanpa memerlukan intervensi pengemudi.

Baca juga: Chery Tiggo 8 CSH Dapat 2 Varian Baru, Harganya Mulai Rp439 Jutaan

Sementara pada PHEV, pengemudi diberikan fleksibilitas lebih untuk memilih mode berkendara. Kamu bisa memaksa mobil menggunakan mode elektrik sepenuhnya hingga daya habis, atau menyimpannya untuk digunakan saat melewati area perumahan yang tenang.

Sensasi akselerasi pada PHEV pun biasanya terasa lebih instan dan bertenaga, karena motor listrik yang disematkan memiliki output yang lebih besar.

5. Efisiensi Bahan Bakar dan Biaya Operasional

Ilustrasi BBM (Dok. Antara)

Secara umum, kedua jenis mobil ini jauh lebih irit daripada mobil bensin murni. Mobil Hybrid (HEV) memberikan konsumsi bahan bakar yang konsisten irit tanpa mengubah kebiasaanmu dalam berkendara atau mengisi bahan bakar di SPBU.

Namun, mobil Plug-in Hybrid (PHEV) menawarkan potensi efisiensi yang jauh lebih ekstrem. Jika kamu disiplin mengisi daya listrik di rumah, penggunaan bensin bisa ditekan hingga angka nol untuk pemakaian dalam kota.

Baca juga: Simak Daftar Harga Mobil Hybrid Toyota dan Suzuki di 2026, Termasuk Hyundai hingga Cherry

Tapi perlu diingat, jika baterai PHEV dibiarkan kosong, mesin bensin akan bekerja lebih keras menggendong bodi mobil yang lebih berat akibat beban baterai besar, yang justru berisiko membuat konsumsi BBM-nya sedikit lebih boros dibanding hybrid biasa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Wuling Motors Indonesia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU