Rabu, 04 MARET 2026 • 17:28 WIB

Puasa saat Naik Motor? Ini Tips Biar Tetap Aman di Jalan

Author

Ilustrasi tips aman naik motor saat puasa Ramadan. (Dok. YIMM)

INDOZONE.ID - Berkendara motor saat puasa butuh persiapan ekstra.

Kondisi fisik yang berbeda dari hari biasa, ditambah lalu lintas yang memuncak menjelang maghrib, membuat pengendara perlu lebih sadar diri.

Apalagi saat berpuasa, tubuh melewati perubahan. Kadar gula darah turun, tubuh mulai kekurangan cairan, dan konsentrasi bisa terganggu, terutama di jam-jam sore.

Di sinilah risiko berkendara meningkat, bukan karena orangnya ceroboh, tapi karena kondisi biologis yang wajar.

"Selama bulan puasa, pengendara perlu lebih peka terhadap kondisi tubuhnya sendiri karena seperti kelelahan, dehidrasi, dan menurunnya konsentrasi bisa meningkatkan risiko saat berkendara, terutama di jam-jam menjelang berbuka yang lalu lintasnya lebih padat," ujar Muhammad Arief, Trainer Yamaha Riding Academy (YRA) Indonesia.

Baca juga: Buka Puasa Sambil Mengemudi? Ini Tips Aman yang Wajib Kamu Tahu

Baca juga: Mudik 2026: Korlantas Pakai ETLE Drone Pantau Tol dari Udara

Puncak kepadatan lalu lintas Ramadan biasanya terjadi antara pukul 16.00–18.00 WIB, persis saat energi pengendara yang berpuasa sedang di titik terendah. Kombinasi ini yang perlu diwaspadai.

Mulai dari Sahur

Persiapan berkendara saat puasa dimulai jauh sebelum menyalakan motor.

Sahur bukan sekadar ritual. Ini adalah fueling session untuk aktivitas seharian.

Konsumsi makanan bergizi dan cukup air di waktu sahur jadi fondasi utama.

Tambah dengan vitamin jika perlu, karena dehidrasi ringan saja sudah cukup untuk menurunkan fokus saat di jalan.

Satu hal yang sering disepelekan, yakni bawa bekal air mineral dan camilan ringan di tas.

Kalau waktu berbuka tiba saat kamu masih di jalan, minggir dulu. Jangan paksa terus berkendara dalam kondisi lemas.

Hindari Terburu-buru saat Puasa Naik Motor

Ini mungkin tips yang paling susah dijalankan tapi paling krusial.

Terburu-buru adalah salah satu penyebab utama kecelakaan, dan risiko itu berlipat ganda saat tubuh sedang tidak dalam kondisi terbaik.

Rencanakan perjalanan lebih awal dari biasanya. Kenali titik-titik macet di rute harianmu dan cari jalur alternatif sebelum berangkat, bukan saat sudah terjebak kemacetan.

Kalau memungkinkan, hindari berkendara di rentang pukul 16.00–18.00.

Tapi kalau tidak bisa dihindari, pastikan kondisi fisik sudah siap dan motor sudah dicek sebelumnya.

Jaga Emosi di Tengah Kemacetan Ramadan

Macet sore hari Ramadan punya karakternya sendiri.

Semua orang ingin cepat sampai rumah, semua orang lapar, semua orang lelah.

Situasi ini rawan memancing emosi di jalan.

Akselerasi halus, hindari pengereman mendadak (hard braking), dan beri ruang untuk kendaraan lain.

Karena, bukan soal kalah atau menang di jalan, tapi soal semua orang pulang dengan selamat.

Fokus adalah kuncinya. Simpan ponsel, jangan pakai earphone, dan baca kondisi lalu lintas jauh ke depan.

Riding Gear yang Tepat Hemat Energi

Pakai helm, jaket, sarung tangan, celana panjang, dan sepatu.

Tapi saat puasa, pemilihan material jadi lebih penting dari biasanya.

Pilih jaket berbahan mesh atau ventilasi baik agar tubuh tidak kepanasan.

Panas berlebih mempercepat kelelahan, dan itu hal terakhir yang kamu butuhkan saat perut kosong.

Motor juga perlu dicek rutin sebelum dikendarai.

Kendaraan yang prima berarti lebih sedikit energi terbuang untuk mengatasi masalah di jalan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: YIMM

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU