Kamis, 19 MARET 2026 • 12:30 WIB

Waspada, Ini Bahaya Parkir di Rest Area Dengan AC Mobil yang Terus Menyala!

Author

Ilustrasi ac mobil bau apek. (freepik)

INDOZONE.ID - Saat menempuh perjalanan jauh di musim mudik, rasa lelah sering kali membuat pengemudi memutuskan untuk beristirahat sejenak di rest area.

Udara yang panas di luar tak jarang membuat kita merasa enggan untuk mematikan mesin. Sehingga, membiarkan mobil tetap menyala dengan AC yang berhembus kencang agar kabin tetap sejuk saat kita tertidur.

Namun, kebiasaan yang terlihat nyaman ini sebenarnya menyimpan risiko yang sangat fatal bagi keselamatan nyawa penumpang di dalamnya.

Berhenti di area parkir dengan kondisi jendela tertutup rapat dan mesin menyala, bukan hanya soal pemborosan bahan bakar, melainkan soal ancaman yang tidak terlihat namun mematikan.

Berikut adalah, 3 bahaya utama membiarkan AC mobil terus menyala saat parkir di rest area yang wajib kamu waspadai.

Bahaya Menyalakan AC Mobil dalam Waktu Lama Saat Istirahat di Rest Area

1. Risiko Keracunan Gas Karbon Monoksida (CO)

Ilustrasi pengemudi mengantuk saat mengendarai mobil. (Freepik)

Bahaya yang paling mematikan adalah risiko masuknya gas karbon monoksida ke dalam kabin. Saat mobil dalam posisi diam dan mesin menyala, gas buang dari knalpot bisa terjebak di bawah bodi mobil, dan naik ke atas melalui celah-celah kecil di lantai atau ventilasi AC.

Gas CO ini tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak berasa, sehingga korban sering kali tidak menyadari bahwa mereka sedang menghirup racun.

Baca juga: Etika Parkir di Rest Area Tol Biar Mudik Nggak Bikin Macet

Menghirup gas ini dalam ruang tertutup, dapat menyebabkan kadar oksigen dalam darah menurun drastis, yang mengakibatkan kantuk berat, hilang kesadaran, hingga kematian dalam waktu yang relatif singkat.

2. Pemicu Mesin Overheat dan Kerusakan Komponen

Ilustrasi mesin kendaraan overheat. (gtautomotive.com)

Saat mobil melaju, aliran udara dari depan membantu mendinginkan suhu mesin dan kondensor AC secara alami.

Namun, saat parkir dalam waktu lama dengan kondisi AC menyala, beban kerja komponen pendingin menjadi sangat berat karena hanya mengandalkan putaran kipas elektrik (extra fan).

Baca juga: Kenali Nama-nama Komponen AC Mobil yang Perlu Kamu Pahami, Wajib Tahu!

Suhu di area mesin akan meningkat dengan cepat, terutama jika cuaca di rest area sedang terik. Hal ini berisiko menyebabkan mesin mengalami overheat.

Selain itu, kompresor AC yang dipaksa bekerja terus-menerus tanpa adanya sirkulasi udara luar, yang cukup dapat memperpendek usia pakai komponen tersebut, yang berujung pada biaya perbaikan yang mahal.

3. Akumulasi Gas Berbahaya dari Material Kabin

Ilustrasi AC Mobil. (Freepik)

Selain gas dari luar, membiarkan AC menyala dengan sirkulasi udara tertutup rapat di dalam kabin juga meningkatkan risiko akumulasi gas kimia dari material interior mobil, seperti plastik dan karpet.

Dalam kondisi panas, material tersebut bisa melepaskan senyawa kimia tertentu, yang jika terhirup terus-menerus saat kamu tidur dapat menyebabkan pusing, mual, hingga gangguan pernapasan.

Baca juga: Ini Tips Berhenti di Rest Area yang Aman dan Efisien, Wajib Perhatikan Hal Ini!

Tanpa adanya pertukaran udara segar dari jendela yang dibuka sedikit, kualitas udara di dalam kabin akan terus menurun seiring bertambahnya kadar karbon dioksida (CO2) dari hasil embusan napas penumpang itu sendiri.

Istirahat di rest area seharusnya menjadi momen untuk memulihkan energi, bukan justru membahayakan diri sendiri.

Jika kamu merasa sangat mengantuk, sangat disarankan untuk mematikan mesin mobil, membuka jendela sedikit (sekitar 1-2 cm) untuk sirkulasi udara, atau lebih baik lagi, beristirahatlah di fasilitas area istirahat yang telah disediakan oleh pengelola jalan tol.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU