Ilustrasi ac mobil bau apek. (freepik)
INDOZONE.ID - Pernahkah kamu merasa terganggu dengan aroma tidak sedap yang muncul sesaat setelah menyalakan AC mobil?
Bau apek atau masam di dalam kabin bukan hanya merusak kenyamanan berkendara, tetapi juga menjadi sinyal bahwa ada masalah pada sistem sirkulasi udara kamu.
Udara yang tidak sehat ini jika dibiarkan dapat memicu gangguan pernapasan bagi penumpang. Untuk mengatasinya secara tuntas, kamu perlu memahami apa yang menjadi pemicunya.
Berikut adalah tiga penyebab utama AC mobil bau apek beserta langkah mudah untuk menghilangkannya.
Ilustrasi inovasi servis bengkel (Handout)
Penyebab paling umum dari AC bau apek adalah kondisi evaporator yang kotor. Evaporator merupakan komponen yang berfungsi mendinginkan udara, sehingga permukaannya selalu lembap.
Kelembapan ini, jika bercampur dengan debu dan kotoran yang terhisap masuk, akan menciptakan lingkungan ideal bagi pertumbuhan jamur dan bakteri.
Lama-kelamaan, kotoran tersebut akan menumpuk menjadi lendir hitam yang mengeluarkan aroma busuk setiap kali udara melewatinya.
Kamu bisa menggunakan cairan AC Cleaner berbentuk foam yang banyak dijual di pasaran. Semprotkan cairan tersebut melalui lubang blower atau kisi-kisi AC sesuai petunjuk penggunaan.
Namun, jika bau sudah sangat menyengat, sangat disarankan untuk melakukan servis cuci evaporator di bengkel spesialis agar lendir yang menempel bisa dikuras habis secara manual.
Ilustrasi Perawatan Filter Udara Mobil
Filter kabin atau filter AC bertugas menyaring debu, polusi, hingga bulu halus agar tidak masuk ke sistem pendingin. Banyak pemilik mobil yang lupa mengganti komponen ini secara rutin.
Ketika filter sudah terlalu kotor atau jenuh, ia tidak lagi mampu menyaring kotoran dengan baik. Debu yang terjebak di filter yang lembap inilah yang kemudian membusuk dan mengirimkan aroma apek ke seluruh penjuru kabin melalui hembusan angin AC.
Solusi untuk masalah ini sangatlah mudah dan murah, yaitu dengan mengganti filter kabin yang lama dengan yang baru. Idealnya, filter AC diganti setiap 10.000 km atau 6 bulan sekali.
Jangan pernah mencoba mencuci filter kabin yang berbahan kertas dengan air, karena hal itu justru akan merusak seratnya dan membuat jamur tumbuh lebih cepat.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Suzuki Indonesia