Selasa, 17 MARET 2026 • 14:30 WIB

5 Tips Aman Melewati Jalur One Way Saat Perjalanan Mudik Lebaran, Wajib Siaga!

Author

Ilustrasi one way di jalur tol. (Dok. Jasa Marga)
INDOZONE.ID -
Pemberlakuan sistem satu arah atau one way, telah menjadi agenda rutin pihak kepolisian dan pengelola jalan tol.

Hal itu dilakukan untuk mengurai kepadatan volume kendaraan selama arus Mudik Lebaran 2026

Meski bertujuan memperlancar arus, berkendara di jalur one way memiliki tantangan tersendiri. Seperti, risiko kebingungan arah, rasa kantuk yang lebih cepat datang karena jalur yang terasa lebih luas, hingga potensi kecelakaan akibat kecepatan tinggi.

Berikut adalah, 5 tips aman melewati jalur one way saat perjalanan mudik agar kamu tetap siaga hingga tiba di tujuan.

Cara Aman Melintasi Jalur One Way saat Mudik Lebaran

1. Patuhi Batas Kecepatan dan Hindari Euforia Jalur Kosong

Polri melaksanakan skema rekayasa lalu lintas satu arah (one way) dari Km 70 Tol Cikampek hingga Km 210 Tol Cipali. (FAUZAN)

Salah satu risiko terbesar saat sistem one way diberlakukan adalah, pengemudi cenderung memacu kendaraan dengan kecepatan sangat tinggi, karena jalanan terasa sangat luas dan searah.

Ingatlah bahwa, batas kecepatan maksimal di jalan tol tetap berlaku, yaitu 100 km/jam.

Memacu kendaraan melebihi batas, hanya akan memperpendek waktu reaksimu jika terjadi hambatan mendadak di depan.

Tetaplah konsisten di kecepatan aman, dan jangan terpancing oleh gaya berkendara pengemudi lain yang ugal-ugalan. 

Keselamatan keluarga di dalam mobil, jauh lebih penting daripada sampai beberapa menit lebih awal, namun dengan risiko yang besar.

2. Tetap Berada di Lajur yang Konsisten

Kendaraan melintas di Jalan Tol Cikopo-Palimanan (Cipali) Palimanan, Cirebon, Jawa Barat, Rabu (26/3/2025). PT Astra Tol Cipali mencatat pada H-5 Lebaran 2025 atau Rabu (26/3) hingga pukul 12.00 WIB kendaraan yang melintas Tol Cipali arah Jakarta menuju Cirebon mencapai 31.400 kendaraan meningkat 86 persen dibandingkan volume kendaraan di jam yang sama pada Selasa (25/3) yakni sebanyak 16.900 kendaraan. ANTARA FOTO/Dedhez Anggara/tom. (Dedhez Anggara)

Saat melintasi jalur one way, kamu memiliki lebih banyak pilihan lajur (termasuk lajur yang biasanya merupakan arah berlawanan).

Namun, etika berkendara tetap harus dijaga, gunakan lajur kiri untuk kecepatan stabil, dan lajur kanan hanya untuk mendahului.

Baca juga: Pahami Perbedaan Lajur dan Jalur di Jalan Tol, Simak Selengkapnya!

Hindari kebiasaan berpindah-pindah lajur secara mendadak atau melakukan zigzag. Karena semua kendaraan bergerak searah dengan volume yang padat, manuver tiba-tiba dapat mengejutkan pengemudi di belakangmu.

Jika kamu berada di jalur kanan (jalur berlawanan yang dibuka), pastikan kamu selalu waspada terhadap rambu darurat yang dipasang petugas.

3. Pastikan Bahan Bakar dan Saldo E-Toll Terisi PenuH

Ilustrasi BBM (Dok. Antara)

Masalah klasik di jalur one way adalah akses menuju rest area yang sering kali menjadi sangat padat atau bahkan sulit dijangkau jika kamu berada di lajur yang salah.

Beberapa rest area mungkin hanya bisa diakses dari sisi jalur tertentu.

Sebelum memasuki titik awal dimulainya sistem one way, pastikan tangki bahan bakar sudah penuh dan saldo e-toll mencukupi.

Baca juga: Jadwal One Way, Contra Flow, dan Ganjil-Genap Mudik Lebaran 2026

Hal ini sangat penting untuk mencegah mobil mogok di tengah jalur satu arah yang akan sangat sulit untuk dievakuasi dan berpotensi menyebabkan kemacetan total bagi ribuan kendaraan di belakangmu.

4. Perhatikan Rambu dan Arahan Petugas di Titik "Bottle Neck"

Contraflow tol Jagorawi arah Jakarta. (Dok Jasamarga).

Titik awal (entry) dan titik akhir (exit) sistem one way adalah, area yang paling rawan terjadi kecelakaan atau kemacetan karena adanya penyempitan jalur atau pengalihan arus (bottle neck).

Selalulah siaga terhadap lampu isyarat petugas, dan rambu lalu lintas sementara yang dipasang. Jangan hanya terpaku pada aplikasi navigasi, karena terkadang ada perubahan arus di lapangan yang belum terdeteksi secara real-time oleh GPS.

Baca juga: Mitos Ban saat Mudik yang Bisa Bikin Celaka, Jangan Percaya!

Kurangi kecepatan saat mendekati ujung jalur one way, untuk bersiap kembali ke pola lalu lintas normal dua arah.

5. Jaga Jarak Aman dan Antisipasi "Microsleep"

Ilustrasi Microsleep

Jalur yang searah dan panjang, sering kali memberikan efek hipnotis bagi pengemudi, yang bisa memicu microsleep atau tertidur sesaat tanpa disadari.

Ruang pandang yang lebih luas di jalur one way, terkadang membuat pengemudi kurang waspada terhadap jarak dengan kendaraan di depan.

Baca juga: Awas Microsleep, Ini Sinyal Tubuh Kelelahan Nyetir yang Wajib Kamu Perhatikan

Terapkan aturan jarak 3 detik dan jangan ragu untuk beristirahat jika mata mulai terasa berat.

Jika rest area di jalur utama penuh, manfaatkan rest area fungsional yang biasanya dibuka sementara oleh petugas di sisi jalan yang berlawanan selama masa one way berlangsung.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Daihatsu

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU