Mudik menjelang Idul Fitri telah tiba, yang diisi dengan kegembiraan dan perayaan bersama keluarga serta teman. (freepik.com)
INDOZONE.ID - Memasuki musim mudik Lebaran 2026, persiapan bukan hanya soal kondisi fisik kendaraan dan saldo e-toll, melainkan juga strategi pemilihan waktu keberangkatan.
Dengan volume kendaraan yang diprediksi akan terus meningkat, berangkat tanpa perencanaan waktu yang matang bisa membuatmu terjebak kemacetan hingga puluhan jam.
Agar perjalanan pulang kampungmu tetap ceria dan minim stres, simak 5 tips menentukan waktu mudik 2026 yang wajib kamu pahami berikut ini.
Langkah pertama yang paling krusial adalah memantau pengumuman resmi dari Kemenhub dan Korlantas Polri mengenai prediksi puncak arus mudik. Biasanya, kepadatan tertinggi terjadi pada H-3 dan H-2 Lebaran.
Jika memungkinkan, ambillah cuti lebih awal. Berangkat pada H-7 atau H-5 akan memberikanmu ruang jalan yang jauh lebih lengang.
Selisih waktu satu atau dua hari saja bisa menentukan apakah kamu akan menempuh perjalanan 6 jam atau 18 jam.
Ilustrasi terjebak kerumunan massa saat mengemudi mobil. (Dok. Auto200)
Pemilihan jam keberangkatan sangat memengaruhi kondisi fisik pengemudi. Banyak pemudik memilih berangkat setelah waktu Sahur (pagi buta) karena badan masih segar dan suhu udara belum terlalu panas.
Baca juga: 11 Ribu Pekerja Mudik Gratis di Idulfitri 1447 H, Bentuk Sinergi Kemnaker dan Perusahaan
Alternatif lainnya adalah berangkat setelah berbuka puasa (malam hari). Berkendara di malam hari cenderung lebih sejuk untuk mesin mobil dan mengurangi risiko mesin overheat.
Namun, pastikan pengemudi sudah tidur cukup di siang hari untuk menghindari risiko microsleep.
Ilustrasi tempat rest area untuk pengendara beriistirahat. (Auto 2000)
Kemacetan di jalan tol sering kali bukan disebabkan oleh kecelakaan, melainkan antrean kendaraan yang masuk ke rest area. Hindari sampai di rest area besar pada waktu menjelang Buka Puasa atau waktu Salat Subuh.
Pada jam-jam tersebut, rest area akan sangat penuh dan sering kali diberlakukan sistem buka-tutup oleh kepolisian.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000