Ilustrasi mudik. Suasana tol dalam Kota Semarang mudik Lebaran 2026. (Antara Foto/Aji Styawan/tom)
INDOZONE.ID - Kondisi ban sering diabaikan saat persiapan mudik. Padahal ban adalah satu-satunya titik kontak kendaraan dengan aspal.
Bridgestone Indonesia mengingatkan ada beberapa mitos soal ban yang justru berbahaya jika dipercaya pemudik.
Masalahnya, ban yang terlihat bagus di permukaan bisa menyimpan kerusakan struktural di dalamnya.
Saat membawa beban penuh di kecepatan tinggi atau melewati jalan rusak, risiko pecah ban meningkat tajam.
Presiden Direktur Bridgestone Indonesia, Mukiat Sutikno, menyatakan keselamatan para pemudik adalah prioritas utama.
"Kami mengajak seluruh masyarakat untuk tidak hanya terpaku pada performa mesin, tetapi juga memberikan perhatian ekstra pada satu-satunya komponen kendaraan yang bersentuhan langsung dengan aspal, yaitu ban, demi mewujudkan mudik yang aman hingga sampai di tujuan," ujarnya dikutip Indozone, Senin (16/3/2026).
Baca juga: Pilih MVP atau SUV untuk Mudik Lebaran? Ini Panduannya
Baca juga: 5 Tips Pemula Nyetir Mobil Saat Mudik Supaya Perjalanan Tetap Aman dan Nyaman, Wajib Simak!
Salah besar. Menurunkan tekanan angin saat hujan tidak meningkatkan grip atau mengurangi risiko aquaplaning.
Justru sebaliknya. Ban lebih rentan rusak dan kehilangan traksi.
Ban Kuat Menanggung Beban Berapapun
Setiap ban punya load index atau batas indeks beban.
Memuatnya melebihi kapasitas memicu panas berlebih di dalam ban, dan ujungnya pecah ban di jalan tol.
Ban baru tetap butuh pengecekan tekanan angin, balancing, dan kesesuaian pola tapak dengan medan yang akan dilalui. Ban baru bukan berarti ban siap pakai tanpa persiapan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bridgestone Tire Indonesia