Rabu, 18 MARET 2026 • 20:35 WIB

Ford Mudik 2026: Siap Tempur di Jalur Panjang Lebaran

Author

Ford Everest Titanium 25th Anniversary Edition debut di GJAW 2025. (Indozone/Rachmat Fahzry)

INDOZONE.ID - Mudik selalu jadi perjalanan paling emosional buat banyak orang Indonesia.

Tapi di balik momen pulang kampung, ada realita panjang:. Macet berjam-jam, jalur alternatif yang bikin was-was, sampai cuaca yang susah ditebak.

Di sinilah Ford mencoba memposisikan diri, bukan sekadar mobil, tapi partner perjalanan mudik yang lebih aman dan terkontrol.

“Kami merancang Next-Gen Ford Everest bukan hanya sebagai alat transportasi, melainkan sebagai 'ruang aman' yang memberikan proteksi dan kemudahan bagi keluarga di tengah segala ketidakpastian jalur mudik,” ujar Roelof Lamberts, Regional Director RMA Indonesia.

Macet panjang itu bukan cuma bikin telat. Lebih dari itu, dia nguras energi.

Baca juga: 5 Alasan JETOUR T2 Cocok Buat Mudik Lebaran

Baca juga: Bawa Mobil Manual untuk Mudik? Simak Tips Perjalanan Ini Supaya Tubuh Gak Mudah Kecapekan!

Stop-and-go di tol Trans Jawa misalnya, sering jadi titik paling melelahkan.

Kaki pegal, pikiran mulai buyar. Dalam kondisi kayak gini, risiko kecelakaan justru meningkat.

Di beberapa mobil modern seperti Ford Everest, fitur Adaptive Cruise Control dengan stop-and-go mulai jadi andalan.

Mobil bisa ikut ritme kendaraan depan, bahkan sampai berhenti total.

Pengemudi jadi punya sedikit ruang buat “napas”.

Sistem pengereman seperti ABS, EBD, dan Brake Assist juga bantu jaga kontrol saat situasi tiba-tiba berubah.

Rem mendadak di tengah antrean, masih bisa diantisipasi.

Jalur Alternatif, Antara Nekat dan Terpaksa

Pernah ambil jalur alternatif demi kabur dari macet, tapi malah ketemu tanjakan ekstrem?

Jalan sempit, licin, kadang belum pernah dilewati sebelumnya.

Di kondisi kayak gini, distribusi tenaga jadi krusial.

Namun, mode berkendara Ford seperti Slippery atau Mud & Ruts di SUV modern membantu mobil menyesuaikan traksi secara otomatis.

Ditambah fitur seperti ESC dan Traction Control, mobil tetap stabil meski permukaan jalan nggak ideal.

Buat tanjakan, Hill Launch Assist mencegah mobil mundur saat mulai jalan.

Kabin Penuh

Mudik identik dengan barang. Banyak barang.

Koper, dus oleh-oleh, sampai barang random yang “siapa tahu kepake”. Kabin pun berubah jadi gudang berjalan.

Solusinya bukan sekadar luas, tapi fleksibel. Konfigurasi kursi yang bisa dilipat bikin ruang bagasi lebih lega tanpa ganggu visibilitas.

Fitur hiburan seperti konektivitas smartphone dan port USB di tiap baris kursi juga mulai terasa penting.

Musim mudik sering barengan sama cuaca yang nggak stabil.

Genangan air di jalan jadi salah satu risiko yang sering diremehkan. Padahal, salah ambil keputusan bisa berujung mogok di tengah jalan.

SUV seperti Ford Everest punya ground clearance sekitar 200 mm dan kemampuan water wading hingga 800 mm.

Artinya, mobil masih bisa melintas genangan cukup dalam tanpa langsung “tumbang”.

Tapi tetap, keputusan ada di pengemudi. Nggak semua genangan harus diterjang.

Apa Itu Program Siaga Ford Saat Mudik?

Program siaga mudik Ford adalah layanan darurat dan bengkel yang disiapkan khusus selama periode Lebaran.

Tahun ini, Ford RMA Indonesia menghadirkan Bengkel Siaga & Layanan Darurat pada 20–25 Maret 2026, dengan 10 dealer resmi di jalur utama Sumatera, Jawa, dan Bali.

Layanannya meliputi:

- Perbaikan cepat dan ketersediaan suku cadang

- Mobile service (mekanik datang ke lokasi)

- Towing 24 jam untuk kondisi darurat

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Ford RMA Indonesia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU