INDOZONE.ID - Memasuki tahun 2026, kesadaran pengendara motor akan keselamatan semakin meningkat, terutama dalam memilih helm terbaik untuk digunakan harian, salah satunya yaitu helm fullface.
Helm jenis ini tidak hanya menawarkan perlindungan maksimal pada seluruh bagian kepala dan wajah, tapi juga menjadi penunjang gaya berkendara yang maskulin.
Namun, banyak pengendara yang mengeluh leher terasa pegal atau kepala pusing karena salah memilih spesifikasi.
Agar kamu tidak salah investasi, berikut adalah 5 tips membeli helm fullface yang nyaman, dan tidak terasa berat di kepala yang wajib kamu pahami.
Cara Aman Beli Helm Fullface yang Nyaman untuk Digunakan
1. Perhatikan Material Shell (Batok Helm)
Berat sebuah helm sangat ditentukan oleh bahan pembuat shell atau batoknya. Jika kamu memiliki anggaran lebih, pilihlah helm berbahan Carbon Fiber atau Composite Fiber.
Sebab, material ini sangat ringan namun memiliki tingkat kekuatan yang luar biasa dalam meredam benturan.
Bagi kamu yang mencari opsi lebih terjangkau, pastikan helm berbahan Thermoplastic atau Polycarbonate yang kamu pilih memiliki bobot yang masuk akal, biasanya berkisar antara 1,4 kg hingga 1,6 kg.
Hindari helm yang terlalu berat karena akan memberikan beban berlebih pada otot leher, saat digunakan dalam durasi lama.
2. Pastikan Ukuran dan Bentuk Interior Sesuai
Helm yang nyaman adalah helm yang menjepit pipi dengan pas, namun tidak menekan dahi secara berlebihan. Setiap merek helm memiliki fitment yang berbeda, seperti intermediate oval atau long oval.
Baca juga: 8 Motor Matic Bagasi Besar, Muat Helm Full Face
Pastikan kamu mencoba helm tersebut secara langsung dan diamkan selama 5 hingga 10 menit. Jika muncul rasa sakit di area pelipis atau dahi, itu tandanya bentuk interior helm tidak cocok dengan anatomi kepalamu, meskipun ukurannya sudah benar.
3. Cek Sistem Ventilasi Udara
Helm fullface yang tertutup rapat seringkali membuat gerah jika sistem sirkulasi udaranya buruk. Pilihlah helm yang memiliki banyak lubang ventilasi aktif, terutama di bagian dagu, dahi, dan exhaust di bagian belakang.
Baca juga: Denda Tilang Tidak Pakai Helm, Kena Berapa? Segini Biayanya
Ventilasi yang baik tidak hanya menjaga kepala tetap sejuk, tapi juga membantu mengurangi pengembunan pada visor saat hujan, dan membantu aerodinamika agar helm tidak terasa "tertarik" ke belakang saat dipacu pada kecepatan tinggi.
4. Pilih Visor dengan Fitur Wide Vision dan Pinlock Ready
Kenyamanan berkendara juga ditentukan oleh luasnya sudut pandang. Pilihlah helm yang memiliki desain visor lebar agar kamu bisa memantau kondisi lalu lintas di sisi kiri dan kanan dengan lebih mudah tanpa harus banyak menoleh.
Baca juga: 5 Cara Merawat Helm Supaya Gak Bau Apek meski Dipakai Setiap Hari, Wajib Simak!
Selain itu, pastikan visor sudah Pinlock ready atau sudah dilengkapi lensa anti-embun. Fitur ini sangat krusial agar pandanganmu tetap jernih saat berkendara di pagi hari yang dingin, atau saat hujan deras melanda.
5. Pertimbangkan Fitur EQRS dan Intercom Ready
Untuk penggunaan di tahun 2026, fitur tambahan menjadi nilai plus yang penting. Carilah helm yang sudah dilengkapi dengan Emergency Quick Release System (EQRS), yang memungkinkan busa pipi dilepas dengan cepat oleh tim medis dalam keadaan darurat tanpa menyakiti leher.
Baca juga: Apakah Helm Bisa Kedaluwarsa? Begini Cara Mengenali dan Merawatnya
Selain itu, bagi kamu yang sering melakukan touring atau komunikasi di jalan, pastikan helm tersebut sudah memiliki intercom ready atau lubang khusus speaker (speaker pocket) agar pemasangan alat komunikasi tidak menekan telinga dan membuat sakit.
Membeli helm fullface adalah soal menemukan keseimbangan antara faktor keamanan, bobot, dan kenyamanan interior.
Helm yang bagus adalah helm yang saat dipakai terasa menyatu dengan kepala, dan tidak membuatmu cepat lelah saat berkendara jauh.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Honda Cengkareng