Senin, 15 JUNI 2026 • 18:47 WIB

Mobil BYD Buatan Mana? Semua Berawal dari Kota Kecil di Shenzen hingga Mendunia!

Author

Ilustrasi pabrik BYD di Subang, Jawa Barat. (Dok. Dealer BYD)

INDOZONE.ID - Belakangan ini, nama BYD (Build Your Dreams) sukses mendominasi perbincangan di industri otomotif tanah air. Sejak resmi masuk ke pasar Indonesia dengan membawa lini raksasa seperti BYD Dolphin, Atto 1, Seal, hingga M6, mobil-mobil listrik mereka langsung berseliweran di jalanan kota besar.

Desainnya yang futuristik, performanya yang instan, serta teknologi baterainya yang canggih sering kali membuat orang penasaran, sebenarnya mobil BYD ini buatan mana sih? Kok tiba-tiba bisa langsung raksasa dan menggeser dominasi merek-merek lama?

Nah, biar kamu makin kenal, mari kita bahas asal-usul BYD, yang ternyata semua kesuksesannya berawal dari sebuah kota kecil di Tiongkok hingga akhirnya mengguncang pasar otomotif dunia!

Asal Muasal Mobil BYD yang Perlu Dipahami

Ilustrasi BYD mengklaim Fitur ADAS bisa menekan risiko kecelakaan serius hingga enam kali lebih rendah dibanding mobil biasa. (ArenaEV)

Jika ditanya mobil BYD buatan mana, jawabannya adalah Tiongkok. Kantor pusat sekaligus pusat riset raksasa BYD berada di Distrik Pingshan, Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok.

Shenzhen sendiri bukanlah kota sembarangan. Kota ini dikenal dunia sebagai Silicon Valley versi Asia, sebuah megapolitan yang menjadi pusat ekosistem teknologi, kecerdasan buatan, dan komponen elektronik tercanggih di dunia.

Baca juga: Chery Buatan Mana? Dari Kota di China Ini Merek Otomotif Global Itu Lahir

Berakar dari kota yang super inovatif inilah seluruh ide, desain, dan perakitan mobil listrik BYD bermula. Transformasi BYD menjadi penguasa kendaraan energi baru (New Energy Vehicle/NEV) global melewati sejarah panjang yang sangat inspiratif. Semua ini berkat visi sang pendiri, Wang Chuanfu.

Fase Perjalanan BYD hingga Merajai Pasar Mobil Listrik di Dunia

Salah satu ruang pameran BYD Di-Space di China. (Dok. BYD Indonesia)

1. 1995: Lahir dari Garasi Kecil dengan 20 Karyawan

Kisah sukses BYD dimulai pada Februari 1995 di Kota Buji, Shenzhen. Saat itu, Wang Chuanfu yang merupakan seorang ahli kimia bermodal nekat mendirikan perusahaan pembuat baterai isi ulang bersama sepupunya.

Dengan modal pinjaman yang terbatas dan hanya mempekerjakan 20 orang karyawan, mereka harus bersaing ketat dengan raksasa-raksasa teknologi baterai asal Jepang yang kala itu mendominasi dunia.

2. Awal 2000-an: Penguasa Baterai HP Dunia

Bukannya menyerah, BYD justru memutar otak dengan memodifikasi lini produksi menggunakan tenaga kerja yang efisien untuk memangkas biaya operasional. Strategi ini berhasil mereduksi harga jual baterai mereka hingga berkali-kali lipat lebih murah dari kompetitor.

Baca juga: BYD M6 DM Resmi Dijual, Segini Harga Varian Termurahnya

Hanya dalam beberapa tahun, BYD tumbuh menjadi produsen baterai ponsel terbesar di Tiongkok. Kamu mungkin tidak sadar, tetapi baterai di dalam smartphone jadul merek Motorola, Nokia, hingga gawai modern buatan Apple, Dell, dan Samsung yang pernah kamu gunakan adalah suplai buatan BYD.

3. 2003: Nekat Beralih Jadi Produsen Mobil

Setelah sukses menguasai industri baterai, Wang Chuanfu mengambil keputusan radikal yang sempat ditentang keras oleh para pemegang sahamnya pada tahun 2003. BYD membeli saham sebuah perusahaan otomotif lokal yang hampir bangkrut bernama Qinchuan Automobile.

Baca juga: BYD Dolphin G DM-i Jadi Senjata Baru di Pasar Mobil Hybrid Eropa

Tujuan Wang Chuanfu saat itu sangat visioner, ia ingin mengawinkan keahlian BYD dalam membuat baterai dengan industri transportasi untuk menciptakan mobil listrik masa depan. Pada tahun 2005, mereka merilis mobil penumpang pertamanya, BYD F3, yang langsung meledak di pasar domestik.

4. 2008–Sekarang: Pelopor Teknologi Hybrid dan Penguasa EV Global

Langkah BYD makin mantap ketika mereka merilis F3DM pada tahun 2008, yang tercatat sebagai mobil Plug-in Hybrid Electric Vehicle (PHEV) massal pertama di dunia.

Kejeniusan teknologi BYD bahkan membuat investor kawakan dunia, Warren Buffett, jatuh hati dan langsung membeli 10% saham perusahaan pada tahun yang sama.

Memasuki dekade 2020-an, pertumbuhan BYD melesat bak roket. Mereka meluncurkan Blade Battery, sebuah teknologi baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) yang diklaim paling aman di dunia karena tahan terhadap uji tusuk ekstrem dan suhu tinggi.

Baca juga: Laris Manis! BYD Atto 3 Generasi Terbaru Tembus 30 Ribu Order di China

Di tahun 2026 ini, BYD bahkan telah resmi memproduksi lebih dari 11 juta unit kendaraan ramah lingkungan, mengukuhkan posisi mereka di puncak rantai makanan industri EV global berjejeran dengan Tesla.

Jadi, ketika kamu melihat mobil BYD melintas di jalanan Ibu Kota, kamu tahu bahwa mobil tersebut mengemas sebuah cerita perjuangan hebat dari sebuah bengkel baterai kecil beranggotakan 20 orang di Shenzhen, yang kini bertransformasi menjadi raksasa otomotif dengan ratusan ribu insinyur di seluruh dunia.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: BYD Indonesia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU