Selasa, 24 SEPTEMBER 2024 • 13:04 WIB

Kendaraan Listrik Kini Makin Dilirik, Ternyata Begini Perkembangannya sejak Awal Kemunculan!

Author

Ilustrasi kendaraan listrik

INDOZONE.ID - Kendaraan listrik (electric vehicle) yang digadang lebih ramah lingkungan ini, bukan fenomena baru dalam kehidupan manusia. 

Kendaraan listrik sudah berkembang, bahkan jauh sebelum jalan raya memiliki ruas yang besar. Pemakaian kendaraan yang lebih hemat dan tidak menimbulkan suara bising ini, makin berkembang setelah munculnya kesadaran bersama untuk menjaga iklim.

Ilustrasi kendaraan listrik. (Freepik)

Awal Kemunculan

Kendaraan listrik mulai berkembang di Amerika Serikat seiring dengan perkembangan kendaraan bermotor pada awal abad ke-20. 

Sejak awal kemunculannya, electric vehicle ini menjadi kendaraan yang jumlahnya terbanyak di antara kendaraan berbahan bakar minyak atau bertenaga uap. 

Kenyamanan yang ditawarkan kendaraan listrik, menjadikannya digemari masyarakat sebagai moda transportasi untuk berbagai kegiatan.

Baca Juga: Perbedaan SPKLU dan SPLU Pengisian Kendaraan Listrik!

Selain itu, pada masa tersebut, jalan raya baru tersedia di kota saja dengan jarak tempuhnya yang relatif pendek. Hal ini sesuai dengan karakter kendaraan listrik yang berjarak tempuh tidak terlalu jauh. 

Diperkirakan, puncak produksi kendaraan listrik di AS terjadi pada 1912. Akan tetapi, penggunaan dan produksi kendaraan ini menurun. 

Beberapa hal yang menjadi faktornya antara lain, bertambahnya ruas jalan di AS sehingga kendaraan dituntut mampu menempuh jarak yang lama. 

Selain itu, ditemukan cadangan minyak di negara bagian Texas yang menjadikan, harga bahan bakar minyak lebih terjangkau dan mudah dijumpai. 

Sementara itu, sistem kelistrikan yang belum optimal menyulitkan proses pengisian baterai untuk menunjang kendaraan listrik. 

Baca Juga: Diikuti 175 Kendaraan Listrik, Pemkab Sumenep Gelar Madura EV Day Bersama PLN UP3 Pamekasan

Krisis Minyak di Amerika Serikat

Pada 1970, Amerika Serikat mengalami krisis minyak akibat embargo yang dilakukan oleh Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC). Artinya, mereka membatasi ekspor minyak ke negara-negara tertentu, termasuk ke AS. 

Hal tersebut menyebabkan Amerika Serikat harus memutar otak agar tidak lagi menaruh ketergantungan yang tinggi dalam penggunaan bahan bakar minyak. 

Lantas, usaha yang dilakukan negeri Paman Sam itu adalah mendapatkan bahan bakar substitusi untuk mengurangi polusi gas buang. 

Namun, perkembangan kendaraan listrik baru masif terjadi pada masa-masa menjelang abad ke-21 setelah makin maraknya isu ketersediaan sumber energi dan dampak pemakaiannya terhadap lingkungan. 

Kesadaran Pentingnya Menjaga Iklim 

Perkembangan zaman menimbulkan reaksi terhadap manusia akan kesadaran buruknya dampak pemakaian energi konvensional dalam kehidupan.

Baca Juga: Mudik Pakai Kendaraan Listrik Dipastikan Aman saat di Dalam Kapal Penyeberangan

Hal ini memicu diskusi internasional yang melahirkan komitmen bersama, seperti Protokol Kyoto–perjanjian internasional untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dan lebih sadar akan dampak perubahan iklim.

Dengan demikian, perkembangan di bidang teknologi mulai masif dilakukan, dengan fokus di bidang transportasi. Hal ini menghasilkan produk-produk teknologi yang mendukung perkembangan kendaraan listrik, seperti baterai untuk kendaraan listrik.

Baterai menjadi teknologi kunci dalam perkembangan kendaraan listrik karena berpengaruh terhadap panjang dan lamanya jarak yang ditempuh. 

Dengan demikian, kendaraan listrik semakin dikembangkan sebagai substitusi transportasi yang berbahan bakar minyak. Penggunaan kendaraan listrik bukan hanya akan menghemat pengeluaran, tetapi juga menjadi langkah penting dalam melakukan upaya untuk menjaga iklim. 


Banner Z Creators.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: (IEEE): N. S Kumara, Tinjauan Perkembangan Kendaraan Listri

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU