Ilustrasi ban motor kempes (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah mengalami hal ini? Baru saja mengisi angin ban motor, tapi keesokan harinya ban sudah kempes lagi. Anehnya, tidak ada paku atau tanda bocor sama sekali.
Situasi seperti ini sering membuat bingung, apalagi jika kamu sedang terburu-buru. Sebenarnya, apa saja penyebab ban motor sering kempes dan bagaimana cara mengatasinya? Simak penjelasannya berikut ini.
Ilustrasi ban motor yang sering kempes. (freepik)
Salah satu alasan utama ban motor sering kempes adalah tekanan udara yang tidak sesuai standar pabrikan.
Udara di dalam ban memang bisa berkurang sedikit demi sedikit seiring waktu, terutama jika jarang dicek atau diisi ulang.
Hal ini juga menjadi salah satu faktor mengapa ban motor tubeless sering kurang angin, meski tidak ada kebocoran terlihat.
Baca juga: Haruskah Tekanan Ban Depan dan Belakang Motor Sama? Ini Penjelasannya
Penyebab ban tubeless motor cepat kempes bisa berasal dari pentil yang mulai aus, retak, atau tidak menutup rapat.
Masalah ini sering dianggap sepele, tapi sebenarnya cukup membuat ban kehilangan tekanan secara perlahan setiap hari. Selalu periksa kondisi pentil agar ban motor tidak kempes tanpa sebab.
Ban kadang mengalami bocor halus karena lubang mikro yang sulit terlihat. Ini bisa terjadi akibat tambalan lama yang tidak sempurna, benturan keras, atau benda kecil yang menempel di ban.
Bocor jenis ini termasuk penyebab ban tubeless motor cepat kempes yang sering luput dari perhatian.
Baca juga: Kenapa Ban Motor Mahal Cepat Aus? Ini Penjelasannya
Ban yang sudah lama dipakai atau kualitas karetnya menurun lebih mudah kehilangan udara. Permukaan yang aus dan karet yang mengeras membuat udara keluar, meski tidak ada lubang besar. Kondisi ini menjelaskan mengapa ban motor sering kempes meski terlihat baik-baik saja.
Velg yang penyok, berkarat, atau tidak rata dapat menimbulkan celah antara ban dan velg, terutama pada ban motor tubeless.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Augustman.com