Ilustrasi ban motor. (August Man)
INDOZONE.ID - Banyak pengendara masih bingung mengenai haruskah tekanan ban depan dan belakang motor sama untuk menjaga stabilitas motor.
Faktanya, setiap motor memiliki karakter bobot dan kebutuhan ban yang berbeda.
Untuk memahami tekanan angin ban motor yang benar, penting mengetahui bagaimana beban terbagi dan apa saja dampak jika tekanan tidak sesuai. Berikut penjelasannya.
Baca juga: Kenapa Ban Motor Mahal Cepat Aus? Ini Penjelasannya
Ilustrasi ban motor. (freepik)
Saat membahas perbedaan tekanan ban motor depan dan belakang, hal pertama yang perlu dipahami adalah distribusi beban.
Motor cenderung menumpuk beban lebih besar di bagian belakang karena mesin, penggerak roda, hingga barang bawaan berada di sana. Inilah alasan tekanan ban belakang biasanya dibuat lebih tinggi.
Ban depan tugasnya mengarahkan motor sekaligus menerima tekanan saat pengereman. Untuk menjaga cengkeraman, tekanan ban depan umumnya lebih rendah.
Jika keduanya disamakan, ban depan bisa menjadi terlalu keras dan kehilangan traksi, sedangkan ban belakang berpotensi tidak mampu menopang beban secara maksimal.
Baca juga: 5 Tips Memilih Ban Mobil yang Tepat Sesuai Kondisi Jalan, Jangan Asal Pilih!
Menyeragamkan tekanan ban tanpa mengikuti tekanan angin ban motor yang benar, dapat memengaruhi kenyamanan dan keselamatan.
Ban depan yang terlalu keras, membuat motor terasa limbung dan mudah selip, terutama saat menikung atau melintasi jalan basah.
Sementara ban belakang yang kurang tekanan, berisiko membuat ban cepat panas, meningkatkan peluang pecah ban, serta membuat konsumsi bahan bakar lebih boros.
Selain itu, performa pengereman bisa menurun karena ban tidak mencengkeram aspal dengan optimal. Inilah alasan mengapa menyamakan tekanan ban tanpa acuan pabrikan bisa berbahaya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Augustman.com