INDOZONE.ID - Bagi para pemilik Yamaha Aerox 155, performa mesin yang gahar dan desain yang sporty memang menjadi daya tarik utama. Namun, memasuki tahun 2026, masih banyak pengguna yang mengeluhkan satu masalah klasik, volume oli mesin yang cepat menyusut atau cepat habis sebelum waktunya servis rutin.
Kondisi oli yang berkurang secara drastis bukan hanya menghambat performa, tetapi juga berisiko fatal menyebabkan mesin jebol (overheat) jika dibiarkan. Jika kamu merasa frekuensi menambah oli motormu lebih sering dari biasanya, jangan langsung panik.
Memahami penyebabnya adalah langkah pertama untuk melakukan pencegahan yang tepat. Berikut adalah tiga penyebab utama kenapa oli Yamaha Aerox 155 cepat habis yang wajib dipahami oleh setiap pengendara. Simak selengkapnya di bawah ini!
Ilustrasi mesin motor (Freepik/master1305)
Yamaha Aerox 155 dibekali dengan mesin berteknologi VVA (Variable Valve Actuation) yang dirancang untuk performa tinggi pada putaran mesin atas. Mesin dengan kompresi yang cukup tinggi ini secara alami menghasilkan panas yang lebih besar dibandingkan motor matic biasa.
Suhu mesin yang sangat tinggi, terutama jika kamu sering berkendara jarak jauh atau terjebak kemacetan parah di siang hari, dapat memicu terjadinya penguapan oli.
Baca juga: Ganti Oli Yamaha Aerox Terbaru 2025 Tiap Berapa KM? Cek Informasi Lengkapnya di Sini!
Oli yang terkena panas ekstrem akan berubah menjadi uap dan keluar melalui jalur pernapasan mesin (crankcase breather). Semakin agresif cara berkendara kamu, maka potensi penguapan oli ini akan semakin tinggi.
Ilustrasi mengisi oli motor. (freepik)
Banyak pengguna Aerox yang ingin bereksperimen dengan menggunakan oli yang terlalu encer agar tarikan terasa lebih ringan. Padahal, Yamaha sudah memberikan rekomendasi spesifikasi oli standar (seperti Yamalube Super Matic) yang sesuai dengan celah komponen mesin Aerox.
Baca juga: Yamaha Luncurkan Oli Yamalube Turbo Matic, Ini 3 Kelebihannya
Jika kamu menggunakan oli dengan tingkat kekentalan (SAE) yang terlalu rendah atau kualitas oli yang tidak tahan panas (titik penguapan rendah), maka oli tersebut akan lebih mudah "menyusup" ke ruang bakar atau menguap dengan cepat.
Pastikan selalu menggunakan oli yang memang dirancang khusus untuk motor matic berpendingin cairan dengan spesifikasi yang direkomendasikan pabrikan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Yamaha Indonesia