Ilustrasi motor matic. (freepik)
INDOZONE.ID - Menjaga kondisi CVT adalah kewajiban bagi setiap pemilik motor matik guna memastikan performa kendaraan tetap optimal.
Sebagai komponen yang bekerja ekstra keras dalam mengatur transmisi tenaga, CVT sangat sensitif terhadap cara operasional motor.
Ironisnya, pemicu utama kerusakan sistem ini jarang berasal dari kegagalan pabrik, melainkan dari perilaku berkendara sehari-hari yang salah namun tetap dipraktikkan oleh banyak orang.
Baca juga: Mengulik 5 Kelebihan Honda Brio Satya S CVT Terbaru, Cocok Buat yang Baru Pertama Punya Mobil!
Jika komponen ini sudah jebol, biaya perbaikannya tentu tidak murah dan bisa menguras kantong.
Nah, tips biar motor matic kesayangan kamu tetap prima, berikut ini adalah lima kebiasaan yang wajib dihindari agar CVT tidak cepat rusak!
Perawatan transmisi matik tidak berhenti pada oli mesin saja, penggantian oli gardan secara rutin adalah kunci untuk mencegah gesekan berlebih pada gir transmisi.
Mengabaikan kualitas pelumas gardan hanya akan membuat suhu internal CVT melonjak dan merusak komponen secara perlahan. Selain pelumasan, pastikan v-belt selalu dalam kondisi prima.
Mengingat fungsinya sebagai penyalur tenaga utama, sabuk yang sudah aus atau retak sangat berisiko putus mendadak, yang tidak hanya menghambat perjalanan tetapi juga membahayakan keamanan kamu di jalan.
Jangan sampai kamu termakan dengan harga murah dalam membeli oli, karena mnggunakan oli yang kualitasnya buruk atau tidak sesuai spesifikasi pabrikan sangat berisiko bagi CVT.
Oli berkualitas rendah kerap kali tidak mampu meredam panas dan memberikan pelumasan maksimal.
Hasilnya, terjadi gesekan antar logam yang membuat komponen di dalam CVT lebih cepat rusak.
Memahami kapasitas muatan yang tertera dalam buku panduan adalah kunci menjaga keawetan motor matik.
Kebiasaan membawa beban yang melampaui standar pabrikan akan memberikan beban kerja ganda pada sistem CVT dalam menyalurkan tenaga.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wahana Honda