Honda Brio Satya. (Honda Indonesia)
INDOZONE.ID - Sebagai mobil yang menyandang gelar salah satu kendaraan paling laris di Indonesia, Honda Brio sering menjadi pilihan utama bagi pemudik muda atau keluarga kecil.
Dimensinya yang kompak, memang lincah untuk membelah kemacetan. Namun, menempuh perjalanan ratusan kilometer tetap membutuhkan persiapan yang matang.
Mesin 1.2L i-VTEC milik Brio dikenal sangat bandel, tapi jangan sampai kamu abai dalam perawatannya. Agar perjalanan pulang kampungmu tetap aman, nyaman, dan tidak terkendala di jalan tol, simak 5 tips perawatan Honda Brio untuk mudik berikut ini.
Ilustrasi Ciri-ciri Shockbreaker Mobil yang Rusak (Freepik)
Honda Brio memiliki ground clearance yang tidak terlalu tinggi (sekitar 165 mm). Saat mudik, mobil biasanya diisi beban penuh penumpang dan barang bawaan di bagasi. Kondisi ini akan sangat menyiksa suspensi atau shockbreaker.
Pastikan tidak ada rembesan oli pada batang shockbreaker. Selain itu, periksa kondisi bushing arm dan tie rod.
Kaki-kaki yang sehat, akan menjaga stabilitas Brio saat dipacu di kecepatan tinggi dan mencegah mobil terasa "melayang" ketika terkena angin kencang (crosswind) di jalur terbuka.
Ilustrasi ban mobil. (Freepik)
Karena ukuran ban Brio relatif kecil (ring 14 atau 15), kesehatan ban adalah kunci keselamatan. Periksa ketebalan tapak ban; jika sudah mendekati indikator TWI (tanda segitiga di dinding ban), segera ganti.
Jangan lupa atur tekanan angin sesuai beban. Saat muatan penuh, biasanya tekanan ban belakang perlu ditambah sedikit lebih tinggi dari standar harian (sekitar 33-35 Psi) agar dinding ban tidak terlalu tertekan.
Baca juga: Penyebab Tekanan Angin Ban Kendaraan Cepat Berkurang, Simak Selengkapnya!
Ban yang kurang angin, saat muatan penuh berisiko mengalami heat-up dan pecah ban di jalan tol.
Ilustrasi servis mobil. (Freepik)
Jangan menunggu jadwal servis rutin jika sisa jarak tempuh oli tinggal sedikit lagi.
Perjalanan mudik biasanya diwarnai kemacetan parah berjam-jam (kondisi idling lama). Dalam kondisi ini, mesin tetap bekerja meskipun kilometer tidak bertambah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Honda Indonesia