Ilustrasi ganti oli motor. (Dok. Freepik.)
INDOZONE.ID - Oli motor harus diganti secara rutin untuk menjaga performa dan umur mesin kendaraan.
Umumnya, penggantian oli motor dianjurkan setiap 2.000–3.000 km atau setiap 1–3 bulan sekali, tergantung intensitas pemakaian.
Menunda ganti oli bisa mempercepat keausan komponen mesin secara signifikan.
Melansir laman Astra Honda Motor (AHM), Oli bukan sekadar cairan pelumas. Fungsinya mencakup mengurangi gesekan antar komponen logam, menyebarkan panas ke seluruh bagian mesin, dan melindungi mesin dari korosi.
Ketika kualitas oli menurun, semua fungsi itu ikut melemah.
Baca juga: Telat Ganti Oli Motor? Ini Risiko yang Harus Diketahui Setiap Pengendara
Yang sering diabaikan, oli yang sudah terdegradasi tidak selalu terlihat kotor dari luar.
Ilustrasi ganti oli motor. (Dok. AHM.)
Warnanya memang menggelap, tapi banyak pengendara baru sadar ada masalah setelah mesin mulai bersuara aneh atau terasa lebih panas dari biasanya.
Ini tanda paling mudah dideteksi. Oli yang sudah tidak layak pakai kehilangan kemampuan lumasnya, sehingga komponen transmisi bergesekan lebih keras.
Suara kasar biasanya muncul saat motor digas atau saat perpindahan gigi, dan kalau sudah terdengar, artinya penggantian oli sudah terlambat.
Oli yang memburuk tidak bisa lagi mendistribusikan panas secara merata di dalam mesin.
Efeknya bisa langsung terasa. Ada hawa panas berlebih dari area mesin yang menjalar ke kaki pengendara. Bukan panas mesin normal tapi ini panas yang tidak wajar.
Motor 150cc biasanya menggunakan oli di bawah 1 liter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: AHM