Ilustrasi pengisian BBM di SPBU Pertamina. (ANTARA FOTO/Aprillio Akbar)
INDOZONE.ID - Lonjakan harga bahan bakar nonsubsidi per April 2026 menjadi kejutan besar bagi para pengguna mesin diesel. Harga Dexlite yang kini semakin tinggi tentu membuat siapa pun melirik kembali ke arah Bio Solar yang harganya jauh lebih ekonomis untuk menekan biaya operasional harian.
Bagi pemilik Toyota Fortuner, terutama pengguna mesin modern seperti tipe 2GD (2.4L) atau 1GD (2.8L), berpindah ke Bio Solar adalah dilema besar yang memerlukan pertimbangan matang.
Berikut adalah jawaban penting mengenai keamanan dan konsekuensi jika Toyota Fortuner kesayanganmu diisi Bio Solar.
Secara teknis, Toyota Fortuner dengan sistem Common Rail generasi terbaru didesain untuk menggunakan bahan bakar dengan kadar sulfur rendah. Bio Solar memiliki kandungan sulfur yang jauh lebih tinggi dan residu air yang lebih banyak dibandingkan Dexlite.
Baca juga: 5 Kelebihan Bahan Bakar Dexlite Dibandingkan Bio Solar, Mesin Lebih Sehat!
Meskipun mesin akan tetap bisa menyala dan berjalan normal dalam jangka pendek, penggunaan Bio Solar akan mempercepat penumpukan kotoran pada sistem injeksi dan ruang bakar.
Dampak yang langsung terasa biasanya adalah suara mesin yang menjadi lebih kasar serta tarikan mobil yang tidak sespontan saat menggunakan bahan bakar berkualitas tinggi.
Ilustrasi servis mobil. (Freepik)
Injektor pada mesin diesel modern bekerja dengan tekanan yang sangat tinggi dan memiliki lubang mikro yang sangat sensitif terhadap kualitas bahan bakar.
Jika terus-menerus diisi Bio Solar tanpa penanganan tambahan, risiko paling fatal adalah injektor yang mampet atau rusak total, di mana biaya perbaikannya untuk satu set bisa mencapai angka 20 juta rupiah.
Baca juga: Toyota Innova Reborn Diesel Boleh Diisi Bio Solar Gak? Cek Penjelasannya di Sini!
Selain itu, kandungan FAME (fatty acid methyl ester) pada Bio Solar memiliki sifat deterjen yang justru bisa merontokkan kotoran lama di dinding tangki dan membawanya langsung ke filter solar sehingga membuatnya menjadi cepat buntu dan mengganggu aliran bahan bakar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000