Ilustrasi Jumper Aki Mobil (Freepik)
INDOZONE.ID - Sering kali terjadi kekeliruan di kalangan pemilik mobil saat membahas mengenai kelistrikan kendaraan. Banyak yang bertanya-tanya mengenai berapa Ampere (Ampere Hour/Ah) yang bagus untuk aki mobil, padahal yang paling krusial untuk dipantau secara rutin sebenarnya adalah parameter tegangan atau voltage.
Di tahun 2026 ini, dengan semakin banyaknya fitur elektronik canggih pada mobil modern, memahami perbedaan antara Ampere dan tegangan aki adalah kunci utama agar mobil kamu tidak mengalami mogok mendadak di jalan.
Berikut adalah penjelasan lengkap yang harus kamu pahami agar tidak salah dalam merawat jantung kelistrikan mobilmu.
Ilustrasi aki mobil hybrid. (Freepik.)
Sebelum masuk ke angka-angka ideal, kita harus meluruskan terminologinya terlebih dahulu agar kamu tidak salah dalam memilih atau membeli aki baru.
Ampere Hour (Ah) merupakan kapasitas penyimpanan energi yang dimiliki oleh aki, semakin besar angka Ah, maka semakin lama pula aki tersebut dapat menyuplai listrik ke komponen kendaraan. Besaran ini harus selalu mengikuti spesifikasi standar pabrikan, seperti 35Ah, 45Ah, atau 60Ah.
Baca juga: Cara Cek Kesehatan Aki Mobil Sendiri agar Tidak Mogok di Jalan
Sementara itu, Tegangan atau Voltase adalah tekanan listriknya. Meskipun aki mobil standar menggunakan sistem 12 Volt, angka ini akan terus berubah-ubah secara dinamis tergantung pada kondisi mesin dan beban kelistrikan yang sedang digunakan.
Tegangan aki merupakan indikator utama untuk mengetahui kesehatan sel-sel di dalam aki tersebut. Ada tiga kondisi pengecekan yang harus kamu perhatikan saat menggunakan voltmeter agar deteksi kesehatan aki menjadi lebih akurat.
Saat mesin mobil dalam keadaan mati total atau setelah didiamkan minimal selama satu jam, tegangan aki yang sehat seharusnya berada di angka 12,4 Volt hingga 12,7 Volt.
Jika angka yang muncul hanya sekitar 12,2 Volt, itu menandakan aki sudah mulai kehilangan daya hingga 50 persen, dan jika angka tersebut berada di bawah 12,0 Volt, maka kondisi aki sudah sangat lemah dan berisiko besar gagal melakukan proses starting.
Baca juga: Cara Jumper Aki Mobil yang Benar dengan Urutan Aman
Selanjutnya, kamu perlu memperhatikan tegangan saat mesin sedang di-starter atau disebut dengan cranking voltage. Pada saat ini, tegangan aki akan turun drastis karena beban besar dari motor starter, namun aki yang masih dalam kondisi prima tidak boleh turun di bawah angka 9,6 Volt hingga 10 Volt.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Auto 2000