Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 10 JUNI 2026 • 09:10 WIB

Kenapa Air Radiator Berubah Warna? Ini 3 Penyebab dan Dampaknya bagi Mesin

Kenapa Air Radiator Berubah Warna? Ini 3 Penyebab dan Dampaknya bagi MesinIlustrasi mengisi air radiator motor.

INDOZONE.ID - Sistem pendinginan berbasis cairan memiliki fungsi yang sangat vital untuk menjaga temperatur mesin tetap ideal dan mencegah terjadinya overheating

Pada kondisi baru atau normal, produsen sengaja merancang cairan pendingin dengan warna-warna terang yang kontras seperti hijau neon, merah muda, atau biru. 

Meski begitu, dalam beberapa kasus, pemilik kendaraan kerap menemukan kondisi di mana cairan tersebut telah berubah warna menjadi keruh, kecokelatan, hingga bertekstur seperti lumpur saat mengecek area tabung reservoir maupun lubang radiator.

Baca juga: 6 Cara Mengatasi Suara Mesin yang Masuk ke Audio Mobil

Gejala perubahan warna ini tidak boleh dianggap remeh sebagai masalah tampilan visual saja, karena sebenarnya merupakan indikasi awal adanya gangguan pada sistem sirkulasi mesin. 

Membiarkan air radiator dalam kondisi keruh dan kotor dapat memicu kerusakan beruntun pada komponen mekanis yang fatal, serta membutuhkan biaya perbaikan yang menguras dompet. 

Oleh karena itu, mengidentifikasi faktor pemicu perubahan warna ini menjadi langkah krusial agar tindakan korektif dapat segera dilakukan sebelum kendaraan mengalami mogok total di tengah jalan.

1. Munculnya Karat pada Komponen Logam di dalam Mesin

Faktor utama yang paling sering memicu perubahan warna air radiator menjadi cokelat keruh adalah timbulnya korosi pada komponen logam di dalam mesin. 

Bagian dalam blok mesin dilengkapi dengan jalur sirkulasi air yang mayoritas materialnya berbasis besi atau baja. 

Seiring berjalannya waktu, cairan pendingin akan kehilangan kemampuan proteksinya karena usia pakai yang habis, sehingga zat aditif anti-karat di dalamnya lenyap dan memicu reaksi oksidasi pada dinding logam. 

Partikel korosi inilah yang perlahan mengelupas, larut, dan ikut mengalir bersama cairan pendingin ke seluruh sistem, mengubah coolant yang semula jernih menjadi cokelat pekat. 

Kalau tidak segera dikuras, endapan karat tersebut akan berakumulasi di dasar radiator dan menyumbat pipa-pipa kapiler yang berukuran mikro, yang pada akhirnya menghambat proses pelepasan panas mesin.

2. Penggunaan Air Tanah atau Air Keran sebagai Pengganti Cairan Pendingin

Kebiasaan menginjeksikan air keran, air sumur, maupun air mineral ke dalam sistem pendingin merupakan malapraktik perawatan yang masih sering dijumpai. 

Air non-spesifikasi tersebut mengandalkan unsur mineral, kalsium karbonat, dan oksigen terlarut dalam konsentrasi tinggi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Daihatsu

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Kenapa Air Radiator Berubah Warna? Ini 3 Penyebab dan Dampaknya bagi Mesin

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!