INDOZONE.ID - Yamaha Gear Ultima membuktikan ketangguhannya di lintasan balap, saat acara Yamaha Gear Ultima Endurance Race di Sirkuit Puncak Mario, Sidrap, Sulawesi Selatanpada Minggu, 19 April 2025.
Yamaha Gear Ultima digeber 43 lap, 1 jam penuh, tanpa henti.
Di sirkuit yang punya trek lurus 400 meter dan 250 meter ini, mesin Blue Core Hybrid 125cc milik GEAR ULTIMA dipaksa bekerja di RPM 6.600.
Bahkan melampaui batas tenaga puncak normalnya di 6.500 RPM. Jauh di atas rata-rata penggunaan harian di perkotaan.
Selama 43 lap itu performa mesin tetap stabil.
Sebanyak 10 unit Gear Ultima dengan varian dan warna terbaru diturunkan dalam kondisi standar, tanpa modifikasi mesin maupun bagian lainnya.
Baca juga: Yamaha Gear Ultima Hadir dengan Tampilan Baru, YIMM: Solusi Mobilitas yang Tangguh
Baca juga: Mengulik Keunggulan Yamaha Gear Ultima dibanding Motor Matic Lainnya, Beneran Worth It Gak?
Total 20 rider lokal bergantian menunggangi motor-motor tersebut sepanjang satu jam penuh.
"Kualitas mesinnya pun terbukti kuat dan tetap responsif walaupun diajak gaspol dengan RPM lebih dari batas maksimal selama 1 jam non-stop di sirkuit yang pastinya punya banyak tikungan tajam sehingga dapat membuktikan keunggulan lainnya, seperti stabilitas dan handlingnya yang tidak kalah unggul," ujar Rifki Maulana, Manager Public Relation, YRA & Community, PT Yamaha Indonesia Motor Mfg.
Sirkuit Puncak Mario bukan sirkuit flat biasa. Konturnya menanjak dan menurun, dengan tikungan-tikungan yang cukup demanding bahkan untuk motor sport sekalipun.
Ban bertapak lebar, jok lega, dek kaki luas, dan posisi berkendara ergonomis jadi kombinasi yang membuat para rider merasa percaya diri saat menikung dengan kecepatan tinggi.
" Tidak nyangka ternyata Gear Ultima terbaru ini kuat banget buat diajak balapan soalnya tenaganya tetap stabil sampai akhir walaupun digeber abis abisan dan ternyata enteng dan lincah banget," ungkap Fadli salah seorang peserta balapan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YIMM