INDOZONE.ID - Great Wall Motor (GWM) melempar tantangan ke seluruh industri otomotif China. Chairman GWM Wei Jianjun menyatakan para pesaing harus belajar dari platform GWM One, atau bersiap tertinggal di pasar internasional.
Pernyataan ini muncul saat peluncuran pra-penjualan SUV Wey V9X.
Melansir Carnewschina, GWM One adalah arsitektur kendaraan modular terbaru GWM yang dirancang untuk mendukung hampir semua jenis powertrain sekaligus, yakni PHEV, HEV, BEV, ICE, hingga FCEV berbasis hidrogen.
latform ini juga mendukung berbagai segmen kendaraan seperti SUV, sedan, MPV, sampai pikap.
GWM mengklaim lebih dari 50 model masa depan akan dibangun di atas fondasi ini. Wey V9X adalah yang pertama.
Baca juga: GWM Ketahuan Jiplak Iklan Land Rover, Bos Langsung Minta Maaf
Baca juga: Bos GWM Akui Kualitas Mobil China Belum Selevel Jerman dan Jepang
Wei Jianjun tidak main-main dengan kata-katanya. Dalam pengumuman V9X, ia menyebut para pesaing sedang sibuk memantau peluncuran model ini.
GWM Tank 500 diesel di IIMS 2026. (Indozone/Rachmat Fahzry)
Ia juga secara implisit menyindir merek-merek yang masih mengandalkan EREV (Extended Range Electric Vehicle), teknologi yang menggabungkan motor listrik dengan mesin bensin sebagai generator.
GWM sebelumnya menyebut EREV "setidaknya 13% kurang efisien" dibanding penggerak langsung, dan menyebutnya sebagai "jalan pintas."
Merek China yang jajaran produknya banyak memakai EREV antara lain Li Auto, Aito milik Huawei, dan Deepal dari Changan.
GWM Ora 03 diproduksi lokal. (Dok. GWM Indonesia)
Wei Jianjun boleh saja sesumbar ngeklaim platform GWM punya mutu apik, namun angka penjualan GWM di China belum sekuat ambisinya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Carnewschina