Ilustrasi Peninggi Shock Motor (Freepik)
INDOZONE.ID - Modifikasi motor menjadi salah satu hal yang sering dilakukan pemilik kendaraan untuk mendapatkan tampilan sesuai keinginan.
Salah satu modifikasi yang cukup populer adalah membuat motor terlihat lebih tinggi menggunakan peninggi shock motor atau yang sering disebut anting-anting shock breaker belakang.
Akan tetapi, di balik perubahan tampilan tersebut, ada sejumlah risiko yang perlu diperhatikan.
Baca juga: Mengenal Kunci Shock: Dari Fungsi hingga Alasan Kenapa Harus Selalu Ada di Mobil
Anting-anting shock breaker pada dasarnya lebih banyak digunakan untuk kebutuhan motor kontes, bukan untuk pemakaian harian.
Hal ini karena produk tersebut umumnya didesain dengan fokus pada tampilan, bukan ketahanan jangka panjang.
Sebagian besar anting-anting shock breaker juga dibuat dari material yang tidak sekuat komponen standar pabrikan.
Akibatnya, penggunaan pada motor harian dapat menimbulkan risiko, terutama jika sering melewati jalan berlubang atau membawa beban berat.
Baca juga: Mengenal Perbedaan Shockbreaker dan Shock Absorber
Penggunaan peninggi shock motor memang bisa membuat tampilan motor lebih tinggi, tetapi ada beberapa dampak yang perlu diwaspadai, antara lain:
Anting-anting shock breaker yang tidak dirancang untuk beban berat bisa saja patah ketika motor menghantam lubang atau saat digunakan secara intensif.
Kondisi ini tentu sangat berbahaya karena bisa menyebabkan kecelakaan.
Penambahan komponen ini juga dapat membuat posisi shock breaker menjadi tidak ideal.
Dalam beberapa kasus, shock bisa mengalami bengkok karena beban dan tekanan tidak tersalurkan dengan baik.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: SUZUKI