Ilustrasi CVT motor matic. (Indozone/Rachmat Fahzry)
INDOZONE.ID - CVT motor matic adalah komponen utama yang menyalurkan tenaga mesin ke roda belakang. Tanpa sistem ini, motor matic tidak akan bergerak optimal.
Melansir laman Wahanan Honda, idealnya servis CVT dilakukan setiap 5.000–10.000 km atau sekitar 3 bulan sekali, tergantung pemakaian dan rekomendasi pabrikan.
CVT (Continuously Variable Transmission) adalah sistem transmisi otomatis yang bekerja tanpa perpindahan gigi manual.
Tugasnya simpel mengatur tenaga mesin agar tersalur halus ke roda belakang.
Makanya, saat CVT bermasalah, efeknya langsung terasa. Tarikan jadi berat. Respons gas melambat. Bahkan, suara mesin bisa berubah.
Di motor matic modern, CVT jadi “jantung kedua”. Kalau bagian ini bermasalah, pengalaman berkendara ikut turun drastis.
Baca juga: 5 Cara Merawat Honda Scoopy Supaya Performanya Tetap Awet dan Irit, Ciwik-ciwik Wajib Paham!
Baca juga: Filter Bensin Mobil Kotor Bikin Boros Bensin? Kenali Tandanya
Sebagian besar pabrikan menyarankan servis CVT motor matic setiap 5.000–10.000 km.
Ada juga yang menyarankan interval waktu, biasanya tiap 3 bulan.
Kenapa beda-beda, karena kondisi pemakaian di jalan juga beda.
Motor yang dipakai harian di kota macet jelas lebih cepat “capek” dibanding motor yang jarang dipakai.
Di kota besar seperti Jakarta, misalnya, stop-and-go bikin CVT kerja lebih keras. Debu dan kotoran juga lebih cepat masuk ke area CVT.
Servis CVT bukan cuma soal performa, tapi juga efisiensi dan keamanan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Wahana Honda