Ilustrasi memanaskan motor. (August Man)
INDOZONE.ID - Kebiasaan memanaskan mesin motor setiap pagi kerap dianggap sebagai langkah krusial untuk merawat komponen mesin, sekaligus memulihkan daya aki yang berkurang setelah didiamkan semalaman.
Banyak pengendara percaya bahwa membiarkan mesin menyala tanpa beban (stasioner) selama beberapa menit sudah cukup bagi sistem pengisian untuk menormalkan kembali tegangan baterai.
Akan tetapi, seiring kemajuan teknologi pada sepeda motor masa kini, para pakar otomotif mulai meragukan efisiensi kebiasaan tersebut.
Baca juga: Segini Pajak Honda Scoopy Prestige Terbaru Mei 2026 yang Wajib Dipahami, Masih Murah Kok!
Anggapan yang kurang tepat mengenai mekanisme pengisian daya ini dikhawatirkan hanya memberikan ketenangan sesaat, padahal kondisi aki mungkin saja masih berada di level rendah yang berpotensi menyebabkan gangguan kelistrikan tiba-tiba.
Mekanisme pengisian kelistrikan pada motor sangat bergantung pada putaran mesin yang menggerakkan spul serta diatur oleh kiprok atau regulator.
Ketika mesin hanya berputar rendah pada kondisi stasioner (sekitar 1.200–1.500 RPM), listrik yang diproduksi cenderung hanya mencukupi kebutuhan dasar komponen aktif seperti sistem injeksi, pompa bahan bakar, dan penerangan utama.
Akibatnya, arus listrik yang mengalir ke baterai untuk mengisi ulang daya menjadi sangat sedikit, bahkan sering kali tidak terjadi proses pengisian sama sekali pada model tertentu.
Pengisian daya yang benar-benar optimal biasanya baru dimulai ketika mesin berada pada putaran yang lebih tinggi, umumnya di kisaran 3.000 hingga 5.000 RPM sesuai standar masing-masing produsen.
Dengan demikian, memanaskan motor tanpa memutar tuas gas tidak akan menambah daya aki secara berarti.
Bahkan, beban listrik yang digunakan aki untuk menggerakkan dinamo starter saat mesin pertama kali dinyalakan sering kali lebih besar dibandingkan energi yang bisa dikembalikan jika motor hanya didiamkan menyala selama lima menit.
Memanaskan motor tanpa dikendarai dalam waktu yang terlalu lama juga menimbulkan risiko teknis berupa suhu panas berlebih (overheating).
Tidak seperti mobil yang memiliki sistem kipas radiator elektrik berkapasitas besar, mayoritas sepeda motor sangat bergantung pada sirkulasi udara alami saat bergerak untuk menjaga suhu blok silinder dan sirip pendingin.
Jika motor dibiarkan menyala dalam posisi diam, suhu panas akan terkonsentrasi di area mesin, yang berisiko mempercepat penurunan kualitas oli serta merusak material plastik atau karet di sekelilingnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan Di Media Sosial