Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 05 MEI 2026 • 14:00 WIB

Apakah Air Radiator Dicampur Air Biasa Boleh? Simak Penjelasan Lengkapnya!

Apakah Air Radiator Dicampur Air Biasa Boleh? Simak Penjelasan Lengkapnya!Ilustrasi Air Radiator Dicampur Air Biasa (Freepik)

INDOZONE.ID - Air radiator dicampur air biasa nyatanya masih sering dilakukan oleh sebagian pemilik mobil, terutama saat kondisi darurat di perjalanan.

Akan tetapi, banyak yang belum memahami bahwa kebiasaan ini bisa berdampak pada performa mesin jika dilakukan terus-menerus.

Air radiator memiliki fungsi penting untuk menjaga suhu mesin tetap stabil di kisaran ideal. Karena itu, penggunaan cairan radiator tidak bisa dianggap sepele, sebab berhubungan langsung dengan sistem pendingin kendaraan.

Bolehkah Air Radiator Dicampur Air Biasa?

Berdasarkan berbagai sumber otomotif, Selasa (19/05/2926) air biasa sebenarnya masih boleh digunakan untuk campuran radiator, tetapi hanya dalam kondisi darurat dan sementara.

Penggunaannya pun disarankan tidak lebih dari satu hingga dua hari sebelum kembali diganti dengan coolant yang sesuai.

Baca juga: Ganti Air Radiator Motor Berapa Bulan Sekali? Simak Penjelasannya

Coolant radiator sendiri bukan sekadar air berwarna. Cairan ini mengandung zat khusus seperti anti-karat, anti-buih, serta pelindung komponen pendingin mesin.

Kandungan tersebut membantu menjaga sistem pendingin bekerja lebih optimal dibandingkan air biasa.

Risiko Jika Terlalu Sering Menggunakan Air Biasa

1. Mesin Lebih Mudah Overheat

Air biasa memiliki titik didih sekitar 100 derajat Celsius, sedangkan coolant mampu bertahan hingga sekitar 120 derajat Celsius tanpa mudah mendidih.

Akibatnya, penggunaan air biasa dalam jangka panjang bisa membuat mesin lebih cepat panas, terutama saat menghadapi kemacetan atau medan menanjak.

Kondisi ini juga dapat meningkatkan tekanan di dalam radiator dan memicu kerusakan pada selang radiator.

2. Menimbulkan Kerak di Dalam Radiator

Air keran umumnya mengandung mineral seperti kalsium dan magnesium. Saat terkena suhu tinggi secara terus-menerus, mineral tersebut dapat mengendap dan membentuk kerak.

Kerak yang menumpuk dapat mempersempit jalur sirkulasi radiator sehingga proses pendinginan menjadi tidak maksimal.

Baca juga: Cara Mengatasi Air Radiator Mobil yang Habis serta Kenali Tanda-tandanya

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Auto 2000, Toyota

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Apakah Air Radiator Dicampur Air Biasa Boleh? Simak Penjelasan Lengkapnya!

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!