INDOZONE.ID - Mobil mogok bisa terjadi kapan dan di mana saja. Banyak hal juga yang bisa menyebabkan mobil kamu mogok mendadak saat digunakan.
Reaksi pertama kebanyakan orang saat mobilnya mogok? Mendorong mobil ke pinggir jalan supaya gak mengganggu lalu lintas.
Tapi pertanyaannya, "Bolehkah mobil matic mogok didorong?" Banyak yang mengira kalau tuas transmisi sudah dipindahkan ke posisi N (Netral), maka aman-aman saja untuk didorong.
Tapi sebenarnya, ini gak sesimpel itu. Terutama buat kamu yang menggunakan mobil matic, tindakan mendorong mobil mogok bisa berisiko merusak komponen transmisi secara permanen. Simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!
Risiko Mendorong Mobil Matic yang Mogok
Transmisi otomatis memiliki sistem kerja yang berbeda dengan transmisi manual. Pada mobil manual, ketika tuas sudah di posisi netral dan kopling tidak terhubung, tidak ada bagian transmisi yang ikut berputar saat mobil didorong. Tapi di mobil matic, ceritanya beda.
Transmisi otomatis bekerja dengan mengandalkan sistem hidrolik yang menggunakan oli transmisi (ATF) untuk melumasi dan menggerakkan komponen di dalamnya.
Nah, oli ini baru bersirkulasi saat mesin menyala. Kalau mesin mati, alias mogok maka sistem pelumasan otomatis juga berhenti.
Baca juga: Cara Mengatasi Mobil Matic Mogok, Jangan Sembarangan!
Jadi, kalau kamu mendorong mobil matic dalam keadaan mesin mati, sebagian besar komponen dalam transmisi, seperti gigi, bearing, dan kopling, tetap ikut berputar.
Tapi karena tidak ada pelumas yang bersirkulasi, komponen tersebut berputar tanpa perlindungan, sehingga berisiko mengalami gesekan langsung yang bisa menimbulkan keausan atau bahkan kerusakan serius.
Posisi N Tidak 100 Persen Aman
Mungkin kamu berpikir, “Kan sudah dipindah ke N, jadi aman, dong?” Sayangnya, meskipun tuas transmisi berada di posisi N, komponen mekanis di dalam transmisi matic tetap saling terhubung.
Artinya, ketika roda dipaksa bergerak, meskipun hanya untuk didorong tetapi komponen transmisi akan ikut terlibat dalam putaran tersebut. Kalau mobil didorong cukup jauh atau dalam waktu lama, kerusakan transmisi bisa saja terjadi tanpa disadari.
Baca juga: 5 Penyebab Mesin Mobil Mati Mendadak yang Biasanya Sering Terjadi, Jangan Panik Dulu!
Jadi, sebenarnya boleh, tapi hanya dalam kondisi darurat dan jarak sangat pendek. Misalnya, untuk menepikan mobil ke pinggir jalan, kamu masih bisa mendorong mobil matic dengan hati-hati, asal jaraknya pendek dan kecepatannya sangat lambat.
Tapi untuk jarak lebih jauh, sangat disarankan tidak mendorong secara manual. Solusi paling aman untuk mobil matic mogok adalah dengan menggunakan mobil gendong (car carrier). Metode ini memastikan roda tidak menyentuh aspal dan transmisi tidak ikut berputar, sehingga tidak menimbulkan kerusakan tambahan.
Baca juga: Jangan Sembarangan! Ini 5 Tips Merawat Mesin Mobil Diesel Berturbo yang Harus Kamu Pahami
Kalau kamu pakai metode towing konvensional (derek tarik), pastikan roda penggerak mobil tidak menyentuh jalan. Misalnya, pada mobil FWD (penggerak roda depan), roda depan harus diangkat saat diderek.
Kalau tidak, transmisi tetap bisa rusak akibat dipaksa berputar. Lebih baik kamu gunakan jasa towing atau mobil gendong untuk memindahkan mobil matic yang mogok. Mencegah lebih baik daripada harus bayar mahal untuk perbaikan transmisi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Https://www.toyota.astra.co.id/