Ban Mobil Sobek Sedikit, Apakah Masih Aman Dipakai? Ini Risiko dan Waktu yang Tepat untuk Ganti
INDOZONE.ID - Ban mobil sobek kecil sering dianggap sepele, padahal bisa jadi ancaman serius saat berkendara. Mulai dari kehilangan kendali hingga potensi kecelakaan, sobekan kecil bisa berkembang jadi masalah besar.
Lalu kapan harus ganti ban? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini dikutip dari laman Suzuki Indonesia.
Jangan Anggap Remeh Ban Sobek Kecil
Di jalan raya, ban jadi komponen yang paling sering bersentuhan langsung dengan berbagai benda asing, termasuk yang tajam. Kadang, ban bisa mengalami sobekan kecil yang nyaris tak terlihat.
Tapi jangan salah, meski terlihat ringan, efeknya bisa sangat berbahaya jika dibiarkan.
Berikut ini beberapa risiko dari ban mobil yang sobek kecil:
Baca juga: Cara Dongkrak Ban Mobil yang Aman dan Sesuai Pedoman: Jangan Sampai Salah Posisi!
Stabilitas Kendaraan Bisa Terganggu
Ban yang tidak utuh dapat memengaruhi traksi dan daya cengkeram, terutama saat mobil melaju dalam kecepatan tinggi.
Jika stabilitas berkendara terganggu, otomatis Anda berpotensi kehilangan kendali, dan ini tentu sangat berisiko, apalagi di kondisi jalan licin atau menikung tajam.
Kerusakan Bisa Bertambah Parah
Sobekan kecil di awal bisa melebar seiring mobil terus digunakan. Jika dibiarkan, ban berpotensi pecah di tengah perjalanan. Hal seperti ini sering jadi penyebab kecelakaan lalu lintas yang seharusnya bisa dicegah.
Sulit Ditambal Jika Sobek di Sisi
Kalau sobekan terjadi di bagian sidewall (dinding ban), maka kemungkinan besar tidak bisa diperbaiki. Area ini mengalami tekanan tinggi saat ban berputar.
Tambalan mungkin tidak akan bertahan lama, dan malah bisa memperburuk kondisi ban secara keseluruhan.
Baca juga: Jangan Bingung, Ini 5 Alasan Mengapa Ban Serep Mobil Lebih Kecil Dibanding Ukuran Standarnya
Risiko Pecah Ban dan Kecelakaan
Pecah ban di kecepatan tinggi adalah mimpi buruk setiap pengemudi. Sobekan kecil yang tidak ditangani bisa jadi pemicunya.
Kecelakaan akibat ban pecah bisa berakibat fatal, tidak hanya bagi pengendara tapi juga pengguna jalan lain.
Kapan Ban Masih Aman Digunakan?
Lalu, bagaimana kita tahu apakah ban masih layak pakai atau sebaiknya segera diganti? Ini beberapa hal yang perlu kamu perhatikan:
Usia Ban di Bawah 3 Tahun
Idealnya, ban diganti setelah 3 tahun pemakaian. Meski terlihat masih bagus, material karet bisa mengalami penurunan elastisitas dan membuat ban rentan retak atau aus.
Jarak Tempuh Belum Lewati 40.000 km
Jika mobil belum menempuh jarak 40 ribuan kilometer, biasanya ban masih dalam kondisi baik. Tapi tetap harus dicek, apakah ada keretakan, tekanan angin cukup, atau tidak.
TWI (Tread Wear Indicator) Belum Menipis
Cek indikator keausan tapak ban. Jika karet sudah sejajar dengan TWI, itu tandanya permukaan ban sudah terlalu tipis dan harus segera diganti. Tes ini bisa dilakukan di bengkel dengan alat khusus.
Tidak Gundul di Tengah
Ban yang aus di tengah tapaknya bisa membuat daya cengkeram berkurang drastis, terutama saat hujan. Ban seperti ini sebaiknya tidak digunakan lagi karena rawan selip.
Tidak Ada Benjolan
Benjolan di ban adalah tanda ada kerusakan struktural di dalam. Ini sangat berbahaya karena bisa menyebabkan ban meledak sewaktu-waktu, bahkan saat kecepatan rendah sekalipun.
Bebas Sobekan
Pastikan tidak ada sobekan, baik kecil maupun besar. Ban yang sudah sobek bisa jadi titik lemah yang mudah berkembang menjadi kerusakan serius.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Suzuki Indonesia