INDOZONE.ID - Melihat jarum indikator suhu mesin merangkak ke zona merah atau muncul asap dari kap mobil memang bikin panik. Tanda-tanda mobil overheat seperti ini tidak boleh diabaikan, karena bisa memicu kerusakan serius pada mesin. Berikut delapan cara mengatasi mobil yang overheat di jalan.
8 Cara Mengatasi Mesin Mobil Overheat di Jalan
1. Segera Hentikan Mobil
Begitu melihat tanda suhu mesin naik drastis atau ada gejala mesin mobil cepat panas, langsung hentikan mobil di lokasi aman yang jauh dari lalu lintas. Matikan mesin agar proses pemanasan berlebih berhenti.
Jangan paksakan melanjutkan perjalanan karena bisa memperparah kerusakan, seperti retak pada kepala silinder atau rusaknya gasket mesin.
Baca juga: Butuh Mobil Low SUV Murah? Intip Harga Mitsubishi Xpander Cross Facelift Terlengkap Agustus 2025
2. Jangan Tergesa-gesa Membuka Kap Mesin
Membuka kap mesin saat suhu masih tinggi sangat berbahaya. Tekanan uap panas bisa menyembur dan menyebabkan luka bakar. Tunggu minimal 10-15 menit sampai suhu menurun secara alami sebelum mulai memeriksa kondisi mesin.
3. Periksa Cairan Pendingin
Jika suhu sudah cukup aman, buka kap mobil dan cek level coolant di tangki radiator. Cairan pendingin yang kurang adalah salah satu penyebab utama kenapa mobil overheat saat digunakan.
Gunakan coolant sesuai rekomendasi pabrikan, bukan air biasa, supaya sistem pendingin bekerja optimal dan mencegah korosi.
Baca juga: 5 Cara Mengatasi Plafon Mobil Berisik Pas Hujan yang Bisa Kamu Praktikan!
4. Cek Kondisi Selang Radiator
Pastikan selang radiator tidak retak, bocor, atau kaku. Selang yang rusak bisa menghambat sirkulasi coolant dan membuat panas menumpuk. Periksa juga sambungan dan klemnya. Jika ada kerusakan, segera ganti agar masalah overheat tidak terulang.
5. Pastikan Kipas Pendingin Berfungsi
Kipas pendingin membantu membuang panas dari radiator. Jika kipas mati, suhu mesin akan cepat naik, terutama saat macet. Cek putaran kipas, periksa sekring, atau relay. Kalau tidak berfungsi, sebaiknya bawa mobil ke bengkel terdekat.
6. Bersihkan Radiator
Radiator kotor atau tersumbat membuat aliran udara terhambat dan pembuangan panas tidak maksimal.
Bersihkan kisi-kisi radiator dari debu, kotoran, dan serangga. Gunakan air bersih atau cairan pembersih khusus. Jika radiator bocor atau berkarat parah, segera ganti.
7. Periksa Thermostat
Thermostat yang macet dalam posisi tertutup akan menghalangi sirkulasi coolant, membuat mesin cepat panas.
Pemeriksaan dan penggantian thermostat biasanya memerlukan bantuan bengkel, tapi komponen kecil ini sangat krusial untuk menjaga suhu mesin stabil.
8. Perhatikan Gejala Kerusakan Lain
Jika indikator suhu tetap tinggi meski mesin dimatikan, atau muncul suara aneh dan asap tebal, bisa jadi ada kerusakan serius pada sistem pendingin atau mesin.Dalam kondisi ini, jangan memaksakan mobil berjalan. Gunakan jasa towing untuk membawanya ke bengkel terpercaya.
Menghadapi mobil yang overheat memang bikin deg-degan, tapi kepanikan justru bisa membuat masalah semakin parah. Dengan memahami langkah penanganan yang tepat, kamu bisa meminimalkan risiko kerusakan mesin dan menghindari biaya perbaikan besar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Vanguardngr.com