Senin, 11 AGUSTUS 2025 • 20:18 WIB

9 Tips Merawat Motor Matic Biar Tetap Nyaman dan Awet Dipakai Jalan-Jalan

Author


Ilustrasi servis motor (Freepik/jaynothing)

INDOZONE.ID - Motor matic sudah menjadi pilihan utama masyarakat Indonesia karena praktis dan nyaman. Namun, seiring waktu, tentu saja ada masalah yang timbul karena pemakaian motor yang rutin.

Tapi biar performanya tetap oke, ada beberapa perawatan berkala yang wajib dilakukan, mulai dari ganti oli, cek CVT, sampai periksa ban dan rem.

Begini tips merawat motor matic agar tetap nyaman dan awet buat dipakai jalan-jalan dilansir dari laman resmi Yamaha Indonesia.

1. Ganti Oli Mesin Rutin

Oli adalah “nyawa” mesin motor. Tanpa pelumasan yang baik, gesekan antar komponen bisa bikin mesin cepat aus. Yamaha menyarankan ganti oli setiap 2.000–3.000 km atau lebih cepat kalau sering terjebak macet.

Pilih oli sesuai rekomendasi pabrik, kalau enggak yang punya kualitas mumpuni, biar performa mesin motor kamu tetap halus dan efisien. Soalnya oli yang salah spesifikasi bisa bikin mesin boros dan cepat rusak.

2. Jangan Lupa Oli Gear

Banyak yang rajin ganti oli mesin, tapi lupa sama oli gear. Padahal oli ini penting buat melumasi komponen transmisi CVT. Ganti setiap 8.000–10.000 km sesuai buku servis.

Kalau telat, siap-siap keluar biaya besar karena kerusakan gear dan pulley.

Baca juga: Jangan Tunggu Waktu Servis, Ini 6 Tanda Mobil Kamu Harus Langsung ke Bengkel

3. Cek CVT Secara Berkala

CVT bertugas menyalurkan tenaga dari mesin ke roda belakang. Komponen seperti V-belt, pulley dan roller perlu dicek rutin.

V-belt biasanya ganti setiap 20.000–25.000 km. Kalau aus, akselerasi bisa terganggu. Pulley kotor atau roller aus juga bikin suara berisik dan tenaga loyo.

Ilustrasi servis komponen motor setelah melakukan perjalanan jauh. (YIMM)

4. Rawat Aki dan Kelistrikan

Aki lemah bikin motor susah nyala, apalagi pagi hari. Periksa minimal tiap 6 bulan, dan hindari nyalain kelistrikan saat mesin mati.

Pastikan terminal aki bersih dari karat dan segera ganti kalau performa sudah drop.

5. Periksa Sistem Pendingin

Model liquid cooling di beberapa model motor matic butuh perhatian ekstra. Periksa cairan pendingin (coolant) dan ganti tiap 10.000 km.

Baca juga: AC Mobil Kurang Dingin? Ini Tanda AC Mobil Perlu Diservis yang Harus Kamu Pahami!

Kalau coolant habis, mesin bisa overheat. Pastikan radiator dan kipas pendingin bebas dari kotoran.

6. Jaga Tekanan dan Kondisi Ban

Ban dengan tekanan ideal bikin motor stabil dan irit bensin. Tekanan yang kurang bikin ban cepat habis dan risiko selip lebih besar.

Cek juga ketebalan tapak ban, jangan tunggu sampai licin baru ganti.

7. Servis di Bengkel Resmi

Disarankan servis rutin di bengkel resmi. Gunanya untuk memastikan motor dicek oleh teknisi terlatih dengan suku cadang asli. Hal ini menjaga standar kualitas dan umur pakai komponen motor matic.

Tapi kalau mau servis ke bengkel langganan kamu yang gak resmi juga boleh kok.

Ilustrasi servis motor. (YIMM)

8. Gunakan Bahan Bakar Berkualitas

Beberapa model motor matic ditenagai dengan mesin Fuel Injection. Oleh karena itu butuh bensin berkualitas seperti Pertalite atau Pertamax. BBM jelek bikin pembakaran kotor dan boros.

Kalau motor terasa berat atau boros, bisa jadi efek dari bahan bakar yang kurang tepat.

9. Jangan Abaikan Rem

Keselamatan nomor satu. Periksa kampas rem secara rutin, apalagi kalau sudah mulai tipis. Gunakan kampas rem asli untuk pengereman maksimal. Cek juga minyak rem, pastikan volumenya sesuai standar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Yamaha Indonesia

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU