Rabu, 24 SEPTEMBER 2025 • 08:10 WIB

Gimana Cara Aman Dorong Mobil Listrik Mogok? Ini Penjelasan yang Harus Kamu Pahami

Author

Ilustrasi mobil mogok tiba-tiba. (freepik)

INDOZONE.ID - Mobil listrik makin populer di Indonesia, berkat efisiensinya yang tinggi dan teknologi ramah lingkungan. Namun, meskipun terlihat modern dan futuristik, mobil listrik juga tetap bisa mengalami masalah di jalan, salah satunya mogok. 

Berbeda dengan mobil bensin atau diesel, mobil listrik punya sistem penggerak dan transmisi yang jauh lebih kompleks. Salah dalam penanganan saat mogok bisa merusak komponen penting seperti motor listrik, baterai, hingga sistem regeneratif. 

Beberapa waktu lalu, ramai di media sosial soal mobil listrik mogok yang tidak bisa didorong sehingga menyebabkan kemacetan panjang.

Untuk itu, kali ini Indozone akan bahas secara lengkap cara aman mendorong mobil listrik yang mogok, termasuk hal-hal penting yang harus diperhatikan sebelum dan saat melakukan dorongan. 

Cara Dorong Mobil Listrik yang Mogok di Jalan Raya

1. Kenali Sistem Penggerak Mobil Listrik Sebelum Bertindak

Ilustrasi Mobil Penggerak FWD

Sebelum kamu mencoba mendorong mobil listrik, penting untuk memahami jenis sistem penggeraknya terlebih dahulu. Mobil listrik umumnya menggunakan transmisi satu percepatan dengan sistem regeneratif yang mengubah energi pengereman menjadi energi listrik.

Beberapa model juga punya mode parkir yang mengunci roda secara otomatis. Kalau kamu memaksakan mendorong tanpa mematikan atau melepas mode parkir, sistem bisa rusak karena motor listrik tetap dalam posisi aktif atau terkunci.

Jadi, selalu pastikan mobil dalam mode netral atau towing mode (jika tersedia), sebelum mulai mendorong. Informasi ini biasanya bisa kamu temukan di buku manual kendaraan atau sistem infotainment.

2. Aktifkan Mode Towing atau Neutral Mode Sesuai Petunjuk Pabrikan

Ilustrasi mobil sedang ditowing. (Suzuki)

Sebagian besar mobil listrik modern sudah dilengkapi dengan fitur Towing Mode atau Neutral Mode yang memungkinkan kendaraan digerakkan tanpa merusak sistem internal.

Fitur ini harus diaktifkan terlebih dahulu melalui sistem komputer mobil, biasanya lewat layar sentuh atau kombinasi tombol tertentu. Dengan mengaktifkan mode ini, roda akan dilepas dari penggeraknya, dan bisa berputar bebas saat didorong.

Baca juga: Hyundai Ioniq 5 Mogok di Bogor, Begini Cara Rawat Baterai Mobil Listrik

Tapi perlu diingat, tidak semua mobil listrik bisa didorong dalam kondisi mati total, terutama jika baterai utama benar-benar habis. Beberapa model memerlukan daya minimal untuk mengaktifkan sistem ini, jadi pastikan baterai 12V (auxiliary) masih aktif.

3. Hindari Mendorong dengan Kecepatan Tinggi atau Jarak Jauh

Ilustrasi mobil mogok. (Freepik)

Mobil listrik yang mogok sebaiknya tidak didorong dalam jarak jauh. Sistem pendinginan motor dan inverter bisa saja tidak aktif saat mobil dalam kondisi off, yang dapat menimbulkan overheating jika kendaraan didorong terlalu lama.

Idealnya, dorongan hanya dilakukan dalam jarak pendek ke tempat yang aman seperti bahu jalan atau tempat parkir. Selain itu, hindari mendorong dengan kecepatan tinggi.

Baca juga: Jangan Panik, Ini 5 Tips Menjaga Performa Mobil saat Perjalanan Pegunungan Supaya Gak Mogok!

Dorongan cepat bisa menyebabkan sistem regeneratif aktif (jika belum dinonaktifkan), dan ini bisa merusak komponen internal motor listrik. Jadi, cukup dorong perlahan dan pastikan arah mobil tetap lurus serta stabil.

4. Gunakan Bantuan dari Teknisi atau Layanan Derek Resmi

Ilustrasi alat derek mobil yang aman. (Lazada)

Kalau kamu tidak yakin dengan prosedur yang benar, lebih baik menghubungi layanan darurat dari pabrikan atau teknisi bersertifikat. Mobil listrik bukan kendaraan yang bisa ditangani sembarangan. Salah penanganan, bisa berujung pada kerusakan mahal yang tidak ditanggung garansi.

Baca juga: 7 Tips Derek Mobil Mogok yang Aman dan Benar, Perlu Ketelitian!

Banyak mobil listrik modern seperti Hyundai IONIQ 5, Nissan Leaf, atau Wuling Air EV sudah memiliki layanan darurat 24 jam.

Mereka biasanya akan mengirimkan teknisi atau mobil derek khusus yang tahu cara menangani mobil listrik dengan aman. Gunakan layanan ini agar mobil kamu tidak mengalami kerusakan lanjutan.

5. Pastikan Keselamatan Sebelum Mendorong Mobil

Ilustrasi mobil mogok. (Freepik)

Sebelum mulai mendorong, pastikan kamu memprioritaskan keselamatan. Nyalakan lampu hazard, pasang segitiga pengaman, dan kenakan rompi reflektif jika tersedia. Komunikasikan dengan orang yang membantu mendorong agar tidak terjadi miskomunikasi yang bisa membahayakan.

Baca juga: Banyak yang Keliru, Ini Lho Penggunaan Lampu Hazard yang Sesuai Peruntukannya!

Selain itu, pastikan lokasi tempat kamu mendorong mobil aman dari lalu lintas. Jangan pernah mendorong mobil listrik di jalan menanjak atau turunan yang curam tanpa bantuan profesional, karena risiko mobil meluncur tak terkendali sangat tinggi. Keselamatan kamu dan orang lain jauh lebih penting daripada memaksakan kendaraan untuk digeser sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Hyundai Motors Indonesia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU